Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Regulasi Crypto Dapat Mencegah Krisis Keuangan

Wafa Hasnaghina     Wednesday, April 22 2020

Para peneliti menyerukan agar pasar crypto diatur pada saat krisis seperti ini. Hal ini sejalan dengan temuan mereka mengenai risiko sistemik pada sistem keuangan biasa.

Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di blog Fakultas Hukum Universitas Oxford, para peneliti berpendapat, perdagangan crypto harus diperketat pada masa krisis untuk mencegah risiko sistemik terhadap sistem keuang tradisional.

Dalam laporan tersebut, peneliti Hadar Jabotinsky dan Roee Sarel berpendapat bahwa perilaku pasar cryptocurrency adalah sebuah indikator berharga untuk melihat risiko sistemik pada sistem keuangan biasa selama masa krisis. Hal ini juga mengingat semakin selarasnya sektor crypto dengan lembaga keuangan sekarang ini. Mereka mencatat terdapat risiko ketika suatu lembaga keuangan runtuh dapat menyebabkan efek kaskade yang meningkat.

Singkatnya,berdasar pada temuan kami, jika investor yang awalnya melihat pasar crypto sebagai pengganti pasar keuangan biasa di saat krisis, dan kemudian mulai mengatur sedemikian rupa pasar, hal tersebut dapat membantu dalam mencegah risiko sistemik pada pasar keuangan “yang sebenarnya”.

Baca juga: Bitcoin Akan Terus Dominasi Pasar Crypto 2020

Memperketat Perdagangan Crypto untuk Menyelamatkan Pasar Biasa

Ada kemungkinan untuk memperketat perdagangan crytpocurrency pada saat krisis, karena bagaimanapun pasar crypto memiliki hubungan paralel dengan pasar biasa. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan juga.

Pembuat regulasi harus berhati-hati untuk tidak merusak manfaat dari potensi pasar crypto sebagai sesuatu yang dapat diandalkan pada saat krisis. Mereka menyoroti khususnya token-token sekuritas sebagai cara perusahaan dapat mengumpulkan uang jika pasar biasa ambruk. Hal ini nantinya dapat “meringankan kendala likuiditas dan mengurangi risiko larinya para nasabah suatu bank”.

Intervensi apa pun harus tetap peka terhadap waktu, kata Jabotinsky dan Sarel. Namun, mereka mengakui menghentikan pasar crypto merupakan “misi yang mustahil”.

Baca juga: US Bertekad Percepat Regulasi Cryptocurrency

Apakah Crypto Sumber Likuiditas yang Dapat Diandalkan?

Jabotinsky dan Sarel tertarik pada alasan mengapa pasar crypto mengalami perubahan pada bulan Maret lalu yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Tulisan mereka yang berjudul “Bagaimana Krisis memengaruhi Crypto: Kasus Virus Corona” membahas cryptocurrency sebagai “safe haven” dan bagaimana regulasi dapat dilihat berdasarkan pola perdagangan crypto selama masa krisis global.

Jabotinsky dan Sarel melakukan penelitian dengan periode 1 Januari hingga 11 Maret. Mereka menemukan volume perdagangan dan kapitalisasi pasar dari 100 cryptocurrency teratas meningkat seiring dengan jumlah kasus pandemi yang teridentifikasi. Namun, korelasi positif ini kemudian berbalik, mereka mencatat penjelasan mengenai temuan ini.

Hasil penelitian menunjukkan pada awalnya trader memandang cryptocurrency sebagai sumber likuiditas yang dapat diandalkan dan aset safe haven yang efektif. Namun, tren ini mulai berbalik di sekitar tanggal 28 Febuari 2020, ketika jumlah kasus global mencapai 50.000.

Mereka mengatakan selama periode ini, investor mulai memberikan tanggapan yang lebih kuat selaras dengan jumlah kasus kematian yang tinggi dibandingkan dengan infeksi baru, walau akhirnya seiring berjalannya waktu semakin berkurang.

Mereka juga berpendapat, peristiwa ini bisa berarti para trader mengintrepertasikan jeda yang semu ini ketika masalah pandemi ini menyebar sebagai tanda positif pada pasar keuangan yang lebih luas dan malah mendorong mereka kembali ke aset biasa. Sayangnya, tren negatif ini terus berkembang dan malah meningkat secara eksponensial pada awal Maret lalu.

Sumber