Ransom Bitcoin Targetkan Pengguna AdSense Google

Anisa Giovanny

19th February, 2020

Ransom Bitcoin mulai beraksi lagi, menurut sebuah cybersecurity yakni Brian Krebs ada pemilik situs web yang menggunakan layanan iklan Google “AdSense” telah menerima email yang berisi permainan Bitcoin.

Fraudster sebutan bagi orang yang menerima uang dengan menipu orang lain telah berusaha menipu pemilik situs web. Dengan mengancam membanjiri iklan spanduk atau spam di website yang dipicu bot hingga sistem anti penipuan otomatis dari Google menangguhkan akun website mereka.  Jika ini terjadi tentu saja sangat merugikan bagi pemiliki website.

Untuk mengatasi hal tersebut Google sebetulnya sudah mengumumkan akan meningkatkan upaya untuk menghentikan traffic atau lalu lintas website atau pesan-pesan online yang curang. Namun nampaknya para penipu justru menggunakannya untuk menakut-nakuti pemilik  situs web agar memalsukan Bitcoin.

“Algoritma penilaian bagi traffic AdSense akan mendeteksi dengan sangat cepat pola lalu lintas web sebagai penipuan,” tulis email penipuan, yang disediakan pemilik situs web kepada Krebs.

Email itu kemudian meminta Bitcoin senilai $5.000 setara dengan Rp68,5 juta untuk menghindari serangan tersebut. Pemilik situs web yang berbagi informasi penipuan kepada Krebs mengatakan jika dia sudah berpikir kalau ancaman itu tidak berdasar tetapi dia tetap melihat adanya peningkatan dalam laporan traffic AdSense yang tidak valid.

 “Kami mendengar banyak tentang potensi sabotase, ini sangat jarang dalam praktiknya, dan kami telah membangun beberapa perlindungan untuk mencegah sabotase agar tidak berhasil. Misalnya, kami memiliki mekanisme deteksi untuk secara proaktif mengetahui ada atau tidaknya potensi sabotase dan memperhitungkannya dalam sistem penegakan hukum kami,”  tulis pernyataan dari Google dilansir dari Decrypt.

Baca juga : Data Pemerintah Argentina tDiserang Ransomware Bitcoin

Bitcoin Opsi Populer untuk Tebusan

Bitcoin adalah opsi pembayaran populer untuk para penipu di internet terutama untuk kasus ransom Bitcoin. Sebuah laporan baru-baru ini oleh perusahaan forensik blockchain CipherTrace mengatakan 97% dari ransomware menggunakan BTC (Bitcoin) sebagai tebusan pembayaran.

Sementara kasus ini belum menampilkan “ransomware,” yang bisa menginfeksi perangkat lunak dan komputer pengguna serta melumpuhkan fungsi dan file sampai tebusan Bitcoin dibayar.

Tapi ini menunjukkan bahwa penipu telah menemukan cara cerdik lain untuk mengekstraksi Bitcoin dari korban secara lebih efektif dan potensial.

Tebusan dengan Bitcoin bukan hanya disebabkan oleh ransomware, baru-baru ini serangkaian bom di Belanda juga telah meminta tebusan serupa untuk menghentikan serangan.

Baca juga : Bom Surat Meledak di Belanda, Pelaku Minta Tebusan

Serangkaian pemboman Belanda juga meminta Bitcoin untuk mencegah serangan di masa depan. Kasus-kasus ini dan lainnya baru-baru ini menunjukkan bahwa penipuan dan skema pemerasan yang dipicu Bitcoin tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Sumber

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency