Berita Regulasi · 7 min read

PwC Prediksi 80% Bank Sentral Akan Luncurkan Mata Uang Digital

Selasa, 05 April 2022
80% Bank Sentral Akan Luncurkan Mata Uang Digital
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Menurut analis dari firma akuntansi PwC, sebagian besar bank sentral sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan mata uang digital (CBDC). Persentasenya bahkan sangat tinggi, lebih dari 80%.

“CBDC akan memfasilitasi pembayaran cross-chain yang lebih efektif dengan biaya rendah. Kami berharap CBDC akan sangat menguntungkan ekonomi dari semua yurisdiksi yang relevan.” ungkap mereka.

Isi Laporan PwC Terbaru

Laporan yang dirilis PwC baru-baru ini merupakan laporan pertama yang memasukkan gambaran stablecoin dalam indeks CBDC tahunan. Mereka mencatat bahwa token yang dikeluarkan secara pribadi akan terus berkembang dan ada bersama CBDC.

Stablecoin mencapai kapitalisasi pasar setinggi $190 miliar pada awal 2022, dan akan terus tumbuh karena token menawarkan banyak manfaat yang sama seperti CBDC; tanpa pengawasan yang datang dengan mata uang yang dikeluarkan pemerintah.

Transparansi seputar aset cadangan terutama untuk stablecoin yang didukung dengan mata uang fiat, juga akan menjadi perhatian utama karena aset-aset digital kini terus tumbuh dengan regulasi yang kian ketat.

“Peran stablecoin di pasar crypto telah dan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya adopsi crypto, memaksa peran stablecoin yang lebih menonjol di seluruh ekosistem keuangan yang lebih besar,” Matt Blumenfeld, direktur dan spesialis aset digital di PwC mengatakan.

Sementara proyek mata uang digital bank sentral menurut analis PwC kini telah mencapai tingkat perencanaan yang matang di sebagian negara. Sebut saja China yang telah menjadi ekonomi besar pertama yang mengujicobakan yuan digital pada 2020 silam. 

Baca Juga: Bank of China: Yuan Digital Tidak Akan Menyebabkan Inflasi

Ada pula The Sand Dollar yang dikeluarkan Bank Sentral Bahama sebagai alat pembayaran yang sah pada Oktober 2020. Tak mau kalah, Bank sentral Nigeria juga meluncurkan CBDC pertama mereka di Afrika diikuti eNaira tak lama setelah itu.

Proyek-proyek top lainnya adalah upaya yang sedang direncakan Kanada, Singapura, hingga Prancis.

Dengan antusias yang tinggi, analis PwC menyebut mata uang digital bank sentral kini telah menjadi proyek yang cukup dipertimbangkan dengan lebih dari 80% bank sentral yang akui ketertarikannya.

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Rossetti Syarief

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.