Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Putaran Dana $20 Juta di Perusahaan Blockchain Symbiont

Aulia Medina     Monday, January 28 2019

Citigroup dan Nasdaq ada diantara group perusahaan yang berinvestasi $20 juta di Symbiont.io Inc, Bloomberg melaporkan pada 23 Januari. Investor lainnya yang dilaporkan termasuk bank dagang yang berfokus pada crypto milik Mike Novogratz, Galaxy Digital Holdings.

Platform blockchain Symbiont dan smart contract, Assembly, akan diterapkan di market utama. Penawaran ini konon memungkinkan lembaga keuangan untuk berbagi dan memverifikasi data, dan menggunakan smart contract untuk mempercepat penyelesaian waktu untuk pinjaman khusus dan merampingkan pasar obligasi hipotek.

Penggunaan dana

Menurut Bloomberg, Symbiont akan menggunakan dana tersebut untuk bekerja pada ekuitas pribadi, hipotek, data manajemen, dan pinjaman sindikasi. Nasdaq juga akan memeriksa kesempatan baru tersebut untuk digunakan Assembly dengan klien yang ingin mentokenisasikan aset atau menggunakan smart contract.

CEO Symbiont memberitahu Bloomberg dalam sebuah wawancara bahwa ruang blockchain dan crypto semakin matang:

“Kita memasuki fase yang lebih nyata dimana orang-orang melihat teknologi ini dan berpikir serius tenang dimana ini akan masuk akal untuk menerapkannya dan dimana tidak dapat diterapkan. Kita meninggalkan puncaknya perputaran dan memasuki kekecewaan, khususnya untuk orang-orang yang tidak pantas menerapkan teknologi ini berharap ini akan menjadi obat yang mujarab untuk memecahkan semua acara.”

Baca juga: Digital Securities Bergabung dengan Blockchain IBM Akselerator

Pada November 2018, sebuah laporan dari Forrester Research menemukan bahwa beberapa perusahaan mencoba menghentikan penggunaan kata “blockchain” karena mereka berpikir ini terlalu berlebihan. Analisis yang dilakukan menemukan bahwa beberapa perusahaan mulai menarik “blockchain” sebagai dukungan dari “distributed ledger technology” (DLT).

The MIT Technology Review baru-baru ini menyatakan bahwa teknologi akan menjadi sedikit hyped dan lebih normal di tahun 2019. Review menyatakan bahwa banyak “proyek innovative-sounding masih hidup dan bahkan lebih dekat dengan hasil yang sukses” pada tahun baru. Bersama dengan beberapa perusahaan besar merencanakan meluncurkan proyek utama berbasis blockchain pada tahun ini, 2019 adalah hal yang dilaporkan direncanakan untuk menjadi “tahunnya teknologi blockchain yang akhirnya menjadi normal.”

Sementara investasi dari Nasdaq dan Citigroup menunjukan bahwa beberapa pemain lembaga utama masih tertarik dalam ruang blockchain, laporan lainnya dari Bloomberg mengakui bahwa Wall Street telah telah menunda rencana cryptonya. Perusahaan utama dilaporkan menunda rencana untuk memasuki ruang crypto sebagaimana harga yang terus goyah.

Sumber anonim yang familiar dengan bisnis crypto Goldman Sachs mengatakan kepada Bloomberg bahwa progres perusahaan terlalu lambat untuk diketahui. Mereka menambahkan bahwa perusahaan crypto dana non-derivatif hanya menarik 20 klien sejauh ini.

Sumber