Proyek Digitalisasi Dolar AS Dimulai?

Wafa Hasnaghina

1st June, 2020

Banyak negara yang berlomba-lomba membuat mata uang digital nasional negara mereka masing-masing. Persiapan dalam membangun mata uang digital ini juga memakan waktu yang cukup panjang. Terlebih lagi, digitalisasi mata uang ini akan menjadi hal yang cukup baru terkait dengan teknologi yang digunakan, atau sesederhana memupuk kepercayaan masyarakat terhadapnya. 

Salah satu negara yang sedang dalam pembangunan mata uang digital nasionalnya adalah Amerika Serikat. Seruan untuk memulai Dolar Digital didorong oleh masifnya pergerakan pembangunan proyek mata uang digital nasional di Negara lainnya, contohnya Negara yang selalu disandingkan dengan AS, Tiongkok. 

Apalagi di tengah pandemi seperti ini, penggunaan uang kertas sebagai alat transaksi dipertanyakan efisiensi dan efektifitasnya, hal ini terkait dengan masalah kesehatan, di mana ada kekhawatiran uang kertas sebagai media dalam penularan virus dan bakteri yang tidak disadari menyebar di dalam masyarakat.

Berbeda dengan Tiongkok yang sudah menyelesaikan tahap pengujian mata uang digital nasional mereka (Yuan Digital), sepertinya AS baru akan memulai perjalanan panjang mereka. Pada 28 Mei 2020 lalu, Digital Dollar Project merilis White Paper berisi mengenai penjelasan resmi proyek Dolar sebagai Mata Uang Digital Bank Sentral.

Pada White Paper ini menjelaskan juga mengenai rancangan-rancangan sistem yang nantinya akan diterapkan pada Dolar Digital dan membuka ruang terbuka publik dalam menyampaikan opini mereka dalam pengembangan Dolar Digital ini.

Rancangan Dasar Digitalisasi Dolar

Proyek besar ini dinaungi oleh kerjasama antara Digital Dollar Foundation dan juga Accenture dalam mengeksplorasi keberadaan dari Mata Uang Digital Bank Sentral yang berfokus pada Dolar. Nantinya diharapkan proyek ini akan mencakup rancangan transaksi yang ada pada retail dan juga institusional. Dasar rancangan proyek ini juga berfokus pada faktor-faktor seperti misalnya, privasi, efisiensi, dan aksesibilitas.

Baca juga: Bank Sentral AS Eksplorasi Mata Uang Digital

Sistem dalam proyek ini juga akan mengadopsi struktur two-peer atau dua-tingkat yang akan melibatkan pendistribusian uang digital melalui bank komersial. Federal Reserve juga masih memiliki kontrol yang sama atas kebijakan moneter, dan juga dapat memberikan bunga dengan tingkat positif maupun negatif.

Dalam White Paper yang dirilis tersebut juga menjelaskan mengenai tokenisasi yang juga selaras dengan model akun. Tokenisasi ini lebih mengandalkan objek yang ditransfer dan memungkinkan berbagai tingkat desentralisasi karena transaksi dapat terjadi pada transfer bilateral token. Ini berbanding terbalik seperti alur uang kertas biasanya yang lebih mengandalkan sentralisasi buku besar. 

Di lain sisi, proyek ini juga memiliki preferensi terhadap Distributed Ledger Technology (DLT) untuk mengeksplorasi lebih terhadap transaksi publik, pribadi, dan transaksi yang misalnya ada pada organisasi publik-pribadi. 

Hanya Masalah Waktu?

Jika mengacu pada White Paper ini, perjalanan Dolar Digital masih akan sangat panjang. Lebih lanjut, proses perancangan sistem yang nantinya akan secara luas digunakan oleh publik, pastinya membutuhkan waktu yang tidak akan sebentar. Proses ini harus melewati tahap-tahap yang benar-benar matang dengan juga mempertimbangkan aspek-aspek yang akan timbul terhadapnya.

Di sisi lain, dengan adanya perilisan White Paper ini, arah sistem keuangan dunia masa depan makin terlihat dengan jelas. Banyak negara-negara di dunia yang sudah mempersiapkan digitalisasi mata uang mereka dan juga terbuka dengan mata uang crypto lainnya.

Digitalisasi dan desentralisasi mata uang menjadi hal penting, apalagi terkait aspek privasi dan transparansi penggunaan. Selain itu, hal ini juga diharapkan untuk semakin memperkaya dan meningkatkan kepercayaan terhadap sistem keuangan yang ada. 

Unduh white paper Digitalisasi Dolar di sini