Berita Blockchain · 6 min read

Program Visa Kerja Malaysia Bagi Para Profesional Blockchain

Sabtu, 22 Juni 2019
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Malaysia telah meluncurkan program visa kerja yang menargetkan para freelancer teknologi yang memenuhi permintaan untuk bekerja dalam bidang blockchain dan bagi mereka yang memiliki talenta, Star melaporkan pada 18 Juni.

Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), sebuah organisasi yang dimiliki pemerintah Malaysia yang mengawasi sektor teknologi  organisasi blockchain seperti New Foundation dan pasar kerja Jobbatical telah bergabung dengan peluncuran program ini.

Program ini bertujuan untuk menarik minat para profesional asing yang akan memiliki hak untuk tinggal di negara Malaysia sampai dengan 12 bulan dan akan menyediakan pelayanan yang berkaitan dengan teknologi blockchain atau menjalani masa latihan di perusahaan Malaysia.

Wakil presiden pengembangan ekosistem pertumbuhan Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) Norhizam Abdul Kadir mengatakan, “Kami akan memulai program ini dengan pekerjaan yang berkaitan dengan blockchain. Jumlah visa yang akan diterbitkan tergantung pada proyek-proyek yang akan dikelola oleh perusahaan-perusahaan di Malaysia.”

Baca juga: Apa itu LIBRA? Cryptocurrency Baru Buatan Facebook

Seperti yang sebelumnya dilaporkan, Nem Foundation membangun Center Blockchain Nem di tempat fasilitas seluas 10.000 kaki persegi di Kuala Lumpur untuk digunakan sebagai akselerator, inkubator, dan tempat kerja nantinya.

Tempat pusat ini juga memiliki NEM Blockchain Innovation Lab, kantor pusat untuk penelitian dan pengembangan platform NEM.

Bulan Juni lalu, komite penasihat pemerintah Malaysia, Majlis Perundingan Melayu menandatangani sebuah nota kesepahaman dengan IncuBlock, sebuah lab blockchain asal Korea Selatan untuk perizinan pengembangan teknologi blockchain di bawah hukum Sharia.

Gunakan Blockchain untuk Persyaratan Sosial

Pihak-pihak yang terlibat mengatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk mengembangkan platform blockchain dan aplikasi terdesentralisasi yang akan memenuhi persyaratan sosial untuk dapat dianggap halal (diizinkan) oleh Sharia Commision dan dapat beroperasi di Malaysia.

Baca juga: Cara Beli Bitcoin di Malaysia

Pada bulan September tahun lalu, pemerintahan Hong Kong mengumumkan sebuah inisiatif yang dapat menarik minat para profesional teknologi dalam pendistribusian teknologi ledger (buku besar) dengan mempermudah kebijakan imigrasi di Hong Kong.

Langkah ini menunjukan niat pemerintah untuk mendukung pembangunan Hong Kong sebagai ekonomi bernilai tambah tinggi dan beragam.”

Sumber

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.