Produser ATM Bitcoin Pindah Ke Swiss Dikarenakan Kesulitan Pengaturan

By Aulia Medina     Sunday, January 6 2019

Bitcoin (BTC) automated teller machine (ATM) pabrik Lamassu telah pindah ke Swiss dikarenakan kesulitan pengaturan di negara lainnya, menurut sebuah postingan blog yang dipublish 1 Januari.

Lamassu  — sekarang disebut AG Lamassu Industri  — telah pindah ke Swiss di wilayah Lucerne, karena perusahaan ingin “ada di tempat dimana aturan ditetapkan dengan benar dan aturan adalah pro-inovasi.”

Lamassu mengungkapkan dalam sebuah post bahwa aplikasinya untuk membuka sebuah akun ditolak oleh 15 bank karena memproduksi sambungan ke Bitcoin, sementara tidak mengambil bagian di perdagangan atau penyimpanan mata uang digital. Selain itu, perusahaan juga konon ditolak oleh prosesor pembayaran Stripe untuk mempunyai kata Bitcoin dalam situs mereka.

Swiss dikenal karena pendekatan cryptonya yang ramah dan pusat pengembangan blockchain “Crypto Valley” di kota Zug. Pada bulan Desember, Zug berada pada peringkat komunitas paling cepat berkembang di Eropa. Zug keluar sebagai yang teratas dalam perbandingan pertumbuhan peserta dari tahun ke tahun untuk acara pertemuan teknologi terkait per kota Eropa. Dengan pertumbunhan sebanyak 177 persen sebagai perbandingan dengan tahun lalu.

Baca Juga: Top Cryptocurrency di Line Merah, Bitcoin Jatuh Di Bawah $ 3.900 Lagi

Beberapa macam perusahaan dalam tempat cryptocurrency sudah ditampung untuk lebih ramah yurisdiksi sebagai yang dimaksud pengaturan pembelian barang. Pada bulan Mei, dulu penukaran cryptocurrency terbesar di Polandia, BitBay, memutuskan untuk mesuspen aktivitasnya di negara sebagaimana bank tidak akan lagi bekerjasama dengan perusahaan. Pengumuman perpindahaan itu akan menjadi diadakan oleh supplier baru di Republik Mala, dimana hukum lokal lebih ramah crypto.

Pada bulan Juni nanti, penukaran crypto paling besar di dunia, Binance, mempersiapkan akun bank di Malta, mengatakan bahwa pengembangan akun bank baru sangat signifikan sejak penukaran diumumkan menampung markas besarnya ke pulau. Langkah itu dilaporkan dalam berita regulator Jepang yang telah mengeluarkan peringatan tentang penukaran.

Terpisah dari Swiss dan Malra, negara lainnya — seperti Bermuda, Estonia dan Liechtenstein — juga aktif menyesuaikan dan menciptakan perundang-undangan untuk menyambung blockchain dan projek crypto. Pada bulan Juli, Bermuda mengajukan rencana untuk merubah Banking Act dengan tujuan untuk mendirikan bank kelas baru yang menawarkan layanan kepada fintech lokal dan organisasi blockchain.

Sumber