Sepertiga Populasi Inggris Adopsi Industri Kripto, Indonesia Kapan?!

Nabiila Putri Caesari

27th September, 2022

Meningkatnya adopsi mata uang kripto di berbagai negara sebagai aset investasi alternatif. Salah satunya negara Inggris yang sekarang ini sepertiga warganya memiliki aset cryptocurrency.

Melansir dari Beincrypto, lebih dari sepertiga penduduk Inggris, dengan 41% pria dan 27% wanita telah berinvestasi di industri cryptocurrency, Selasa (27/09/2022)

Menurut laporan terbaru dari VoucherCodes, berbagai pilihan koin crypto telah dipilih oleh warga Inggris. Koin paling populer di kalangan pembeli di Inggris adalah Bitcoin (20%), Ethereum (8%), Dogecoin (6%), Litecoin (5%), dan Chainlink (3%).

Meskipun industri ini berkembang secara pesat di Inggris, hal ini juga di latar belakangi dengan krisis ekonomi karena penurunan nilai mata uang Inggris (pound), dan harga gas yang melonjak.

“Nilai Pound terhadap dolar telah turun lebih dari seperlima. Pada Euro penurunannya hingga 7%, kemudian Franc Swiss penurunannya lebih dari 14%. Kesimpulannya nilai aset Inggris pada tahun ini telah runtuh,” ungkap editor politik ITV News dalam keterangan Twitternya. 

Sementara, bagi mereka warga Inggris yang belum masuk ke industri crypto memungkinkan risiko jauh tertinggal. Karena jika dilihat perkembangannya saat ini industri crypto bergerak secara cepat.

Tetapi masih terdapat beberapa warga Inggris yang tidak memiliki aset digital ini karena sikap skeptisme terhadap kripto.

Populasi penyebaran orang Inggris yang tidak mengikuti perkembangan crypto.

Sebagian besar alasan paling umum untuk mengadopsi cryptocurrency adalah kurangnya pengetahuan atau pemahaman. 

Faktor ini mungkin tetap menjadi satu-satunya penghalang terbesar untuk masuk ke industri crypto. Bahkan, data menunjukkan 19% warga yang memiliki kesadaran pun tetap tidak mau berinvestasi sama sekali. 

Meski demikian, pemerintahan yang dijabat oleh perdana menteri, Liz Truss, memberikan sentimen positif terhadap bisnis kripto. Pemerintah Inggris tampaknya ingin menjadikan negara lebih terbuka dengan teknologi kripto.

“Dengan menjadikan negara ini tempat ramah untuk teknologi kripto, kami dapat menarik investasi, menghasilkan pekerjaan baru, mendapat manfaat dari pendapatan pajak, menciptakan gelombang terobosan produk dan layanan baru, dan menjembatani posisi layanan keuangan Inggris ke era baru,” melansir dari Beincrypto.

Aset Kripto di Indonesia Tumbuh Subur

Sementara itu, riset data dari Chainalysis, Indonesia berada di urutan ke-20 dalam kategori indeks adopsi kripto secara global pada 2022.

Laporan tersebut mencatat, dari 20 negara peringkat teratas. 10 adalah negara berpenghasilan menengah ke bawah antara lain, Vietnam, Filipina, Ukraina, India, Pakistan, Nigeria, Maroko, Nepal, Kenya dan Indonesia.

Adapun, laporan yang dengan total skor keseluruhan indeks 0,396, dibandingkan dengan Vietnam yang mendapatkan skor 1,000. 

Kemudian, Indonesia masuk ke dalam kategori negara berkembang berpenghasilan menengah ke bawah yang memiliki pertumbuhan adopsi kripto yang tinggi. 

Indonesia mampu untuk merangkul adopsi cryptocurrency untuk tahun ini dan kedepannya. Walaupun kondisi pasar tahun ini masih tampak lesu. 

Jika dilihat sejauh ini, Indonesia mampu untuk mengejar posisi Inggris dengan bantuan pertumbuhan yang didorong oleh penetrasi teknologi lebih luas dan edukasi investasi di industri kripto yang terus dilakukan.

Baca juga: Anggap Kripto dan NFT Sebagai Aset, Pemerintah Inggris Susun Regulasi Baru

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.