Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Pool Baru Muncul, Dinamika Penambangan Bitcoin Berubah?

Wafa Hasnaghina     Tuesday, May 19 2020

Dalam beberapa hari terakhir terdapat sebuah pembicaraan mengenai kumpulan penambang Bitcoin baru yang berbasis di Tiongkok. Mining pool ini muncul dan terlihat setelah halving yang baru-baru ini terjadi dan membuat gelombang baru dalam industri penambangan crypto. Belum diketahui bagaimana cara Lubian muncul secara “tiba-tiba” dan menjadi kelompok terbesar ketujuh pada pasar yang sangat kompetitif saat ini.

Data menunjukkan Lubian bertanggung jawab dalam pemrosesan hampir 6% dari blok Bitcoin. Namun, yang sangat tidak biasa adalah waktu yang singkat untuk mencapai prestasi semacam ini.

Lebih lanjut, Lubian berhasil menyusul Huobi-pool, pertukaran crypto terbesar keempat yang telah ada sejak Maret 2018. Serta, yang lebih mengejutkan, Lubian memperoleh tempat signifikan pada Binance pool, yang terlihat pada akhir bulan lalu.

Baca juga: Muncul Mining Pool BTC Baru Terbesar Keenam Dunia

Pasca-Halving Terlihat Ada Perubahan dalam Dinamika Penambangan

Setelah peristiwa halving ketiga lalu, terlihat ada perubahan signifikan pada dinamika penambangan Bitcoin, dan bagaimana hal ini berdampak pada industri lainnya.

Mengikuti peristiwa halving blok rewards, tingkat hash Bitcoin terpukul jatuh. Hal ini disebabkan karena penambang yang tidak mendapatkan keuntungan dipaksa untuk mematikan rig mereka.

Terlebih lagi, hal ini juga menyebabkan konsentrasi penambang yang lebih besar, yang nantinya dapat menyebabkan lebih banyak kepadatan di jaringan Bitcoin.

Konsekuensi yang tidak disengaja tercipta terkait hal ini adalah kenaikan biaya transaksi. Setelah peristiwa halving yang baru-baru ini terjadi, terdapat kenaikan biaya rata-rata per transaksi menjadi $5,20. Setelah kenaikan tersebut terjadi, terlihat adanya penurunan biaya transaksi menjadi $3,44, tetapi hal ini masih jauh lebih tinggi daripada biaya per transaksi sebelum halving terjadi.

Sebenarnya, peningkatan biaya transaksi ini dapat mengimbangi hilangnya pendapatan dari blok rewards. Namun, risikonya Bitcoin bisa menjadi kurang menarik bagi pengguna yang enggan membayar biaya tinggi hanya untuk mengirimkan Bitcoin mereka sendiri.

Berkaitan dengan hal tersebut, koin-koin seperti Bitcoin Cash (BCH) dan Bitcoin S.V (BSV) akan justru mendapatkan keuntungan. Kedua proyek ini terlihat mengalami lonjakan pada tingkat hash masing-masing. Hal ini juga menunjukkan penambang yang tidak mendapatkan keuntungan pada penambangan BTC telah beralih ke penambangan BCH dan BSV.

Dengan demikian, hasil dari halving lalu hanya memiliki kekuatan terkondensasi ke tangan mereka yang memiliki sumber daya untuk bersaing di tingkat tinggi. Yang akhirnya membuat jaringan tersebut seperti klaim-klaim yang mengatakan bahwa Bitcoin adalah “jaringan yang terpusat”.

Lubian Membuat Kehebohan 

Di luar peristiwa-peristiwa di atas, Lubian yang berfokus pada penambangan Bitcoin masih tidak terhentikan. Terdapat sebuah statistik yang menunjukan bahwa mereka bertanggung jawab pada penambangan 56 blok di minggu lalu dengan tingkat hash 6,44 EH per detik. Sebagai perbandingan F2Pool yang menduduki nomor satu penambangan, melakukan 163 blok dan memiliki tingkat hash 18,74 EH per detik.

Kejadian ini sangat mengesankan, terutama bagi pendatang baru. Perincian mengenai siapa yang ada di balik operasi ini juga sangat sedikit. Melihat situs mereka, tidak ada yang luar biasa, dan ini hanya menambah kemisteriusan mereka.

Lebih lagi, munculnya Lubian yang langsung berada di posisi tinggi penambangan menunjukkan perusahaan ini mungkin memiliki keuntungan tersembunyi dibandingkan kelompok-kelompok lain. Salah satu yang paling mungkin adalah perusahaan tersebut menggunakan perangkat keras penambangan terbaru, yang belum diketahui oleh kelompok lain.

Meskipun ini masih menjadi spekulasi, bagaimana lagi cara menjelaskan kemampuan dari sistem penambangan mereka?

Situasi ini juga terjadi ketika salah satu perusahaan pemimpin mining pool, Bitmain, mengalami peristiwa yang memalukan. Bagaimana tidak? Sekitar dua minggu lalu, terjadi perebutan kekuasaan antara Jihan Wu dan Micree Zhan yang akhirnya meluas ke pertengkaran publik yang membuat adanya “pencurian” izin usaha di kantor pemerintah Beijing.

Kondisi ini memperparah kekacauan yang terjadi pada tubuh Bitmain, membuat fokus perusahaan terkesan bukan untuk menginovasi produk mereka. Di lain pihak, hal ini berarti menunjukkan waktu yang tepat bagi pesaing untuk mencuri posisi.

Sumber