Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Muncul Mining Pool BTC Baru Terbesar Keenam Dunia

Wafa Hasnaghina     Friday, May 15 2020

Mining pool baru yang berbasis di Tiongkok telah menyumbang 5,15% dari total nilai hash Bitcoin (BTC), hanya tiga minggu setelah memproses blok pertamanya. Pool ini awalnya ditemukan oleh BlockBeats, outlet berita blockchain Tiongkok, pada 12 Mei 2020 lalu.

Hingga saat ini, menurut data dari btc.com Lubian telah menjadi mining pool terbesar keenam pada indsutri cryptocurrency, dengan tingkat hash 6,30 EH per detik. Operasi mining pool ini pertama kali dilakukan pada tanggal 24 April 2020 lalu, ketika mereka menemukan blok #627.441.

Menurut Dovey Wan, mitra pendiri Primitive Ventures dan komentator industri cryptocurrency, Lubian bisa jadi adalah pool pribadi yang baru-baru ini go public. Dia memberikan tanggapannya dengan cuitan di twitter pribadinya:

“Mereka pasti dulunya adalah sebuah pool pribadi sebelum akhirnya sekarang mengungkapkan dirinya kepada publik karena tingkat hash tidak bisa mendeteksi kemunculan yang tiba-tiba.”

Wan juga mencatat, Lubian mengambil langkah pada “waktu yang tepat” yaitu ketika halving Bitcoin telah terjadi. “Siapa pun yang memiliki pool, harus memiliki tingkat hash bootstrap untuk bisa memulainya, ditambah pool lain juga tidak terlihat mengalami penurunan besar,” tulisnya.

Baca juga: Binance Meluncurkan Mining Pool Bitcoin Pertamanya!

Industri Mining Berharap Ada Perubahan Besar

Sektor pertambangan siap untuk perubahan besar setelah peristiwa halving Bitcoin yang baru saja terjadi baru-baru ini, yang telah memotong reward penambang dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC.

Sebagian besar penambang yang mengoperasikan peralatan lama diharapkan untuk meninggalkan jaringan, yang sebenarnya hal ini dapat menyebabkan penurunan 30% dalam total tingkat hash. Namun, perangkat penambangan generasi baru, yang akan dikirim mulai pertengahan Mei nanti, berpotensi mendorong metrik kembali ke level sebelumnya dan di atasnya.

Sebelumnya pada bulan April, perusahaan mining Cina Valarhash, yang menjalankan Bytepool dan 1THash pools, tiba-tiba keluar dari perlombaan penambangan BTC karena membelokkan arah dengan mendukung altcoin.

Sumber