Perusahaan Keuangan Asal AS Berinvestasi di Startup Cryptocurrency

febrian surya

17th February, 2020

Perusahaan keuangan AS, Wells Fargo Strategic Capital (WFSC), dikabarkan baru saja menyuntikkan dana segar sebesar $5 juta ke salah satu startup cryptocurrency, Elliptic. Dana investasi ini termasuk ke dalam pendanaan  putaran Seri B yang diterima oleh Elliptic dengan total $28 juta.

Startup Elliptic mengembangkan sebuah analysis tool yang dapat digunakan untuk membantu platform cryptocurrrency melacak dan memblokir transaksi yang mencurigakan. Startup ini berbasis di London, Inggris. Di mana, perusahaan ini menjual analysis tool yang dikembangkan ke beberapa crypto exchange terbesar di dunia, termasuk Binance dan Circle.

Sebab, dalam beberapa kasus khususnya menyangkut terorisme, kelompok teroris tersebut menggunakan Bitcoin sebagai alat untuk bertransaksi. Oleh karenanya, analysis tool milik Elliptic ini digunakan untuk bagian keuangan untuk mengetahui, melacak, hingga memblokir transaksi yang mencurigakan.

Menurut Smith, Kepala Eksekutif Elliptic, mengatakan  bahwa suntikan dana yang diberikan oleh WFSC kepada Elliptic, tidak terlepas dari adanya kerja sama antara Elliptic dengan bank AS. Yang mana, WFSC ingin berinvestasi ke salah satu produk milik Elliptic yakni Elliptic’s Discovery guna membantu perusahaan keuangan asal AS untuk lebih memahami mata uang virtual dan berkembang secara geografis dengan mengincar negara-negara asia melalui mata uang digital. Sebut saja Jepang dan Singapura yang menunjukkan pertumbuhan pesat terkait penggunaan mata uang digital di sana.

Ia juga menambahkan bahwa jika sebelumnya pihak bank beranggapan bahwa penggunaan cryptocurrency nantinya bisa digunakan untuk hal-hal yang tidak baik seperti penipuan dan pencucian uang. Saat in,i anggapan tersebut perlahan-lahan mulai menghilang. Apalagi, cryptocurrency hadir untuk menawarkan opsi yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran. Oleh karena itu, jika melihat tren dengan semakin banyaknya orang yang bertransaksi dengan mata uang virtual. Pihak bank pun mulai berpikir untuk menggunakan mata uang virtual untuk mempermudah layanannya. Dan, bukan hal yang tidak mungkin sebagian nasabah bank nantinya akan mulai beralih menggunakan cryptocurrency.

Untuk kedepannya, pasti akan ada lebih banyak lagi lembaga atau perusahaan keuangan lainnya dari penjuru dunia yang mulai menunjukkan ketertarikannya kepada cryptocurrency, sebagai salah satu opsi untuk menjangkau konsumen atau pelanggan secara luas.

Sumber