Perusahaan Investasi Crypto Korea Ini Akan Danai Berbagai Proyek Blockchain

febrian surya

3rd January, 2021

Salah satu perusahaan investasi aset crypto terbesar di Korea Selatan, Hashed, telah mengumpulkan $120 juta untuk mendanai proyek blockchain baru, proyek pendanaan blockchain ini dilakukan untuk menciptakan “ekonomi protokol”.

Dana yang dikumpulkan oleh Hashed Ventures Inc., entitas baru yang akan mengawasi penyebaran investasi sembilan digit atau bernilai ratusan juta dolar. Walaupun begitu, perusahaan investasi ini belum mengungkapkan siapa-siapa saja pihak yang mendukung pendanaan tersebut.

Namun, menurut seorang juru bicara mengindikasikan bahwa dana miliaran ratusan juta dolar tersebut melibatkan perusahaan IT terbesar di Korea Selatan.  

Perusahaan Hashed mengungkapkan:

“Hashed berencana untuk berinvestasi secara besar-besaran pada startup domestik dan luar negeri yang ingin mewujudkan “ekonomi protipe”, yang baru-baru ini muncul sebagai topik hangat, serta perusahaan teknologi di bidang blockchain melalui pendanaan pertama ini.”

Dana yang dikumpulkan melalui Hashed akan diinvestasikan dalam startup domestik dan global yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menciptakan “ekonomi protokol”, istilah umum yang menggambarkan platform dan aplikasi yang muncul.

Perusahaan investasi ini berbasis di Seoul dan Silicon Valley, Hashed memasarkan dirinya sebagai tim ahli blockchain yang mendorong desentralisasi. Portofolio investasi perusahaan mencakup lusinan perusahaan crypto, termasuk proyek blockchain terkenal Ethereum, EOS, Ontology, ICON, dan Kyber Network.

Investasi perusahaan saat ini tersebar di seluruh platform blockchain, infrastruktur keuangan, aplikasi, permainan pick-and-shovel, dan penerbitan.

Korea Selatan telah muncul sebagai pusat pengembangan blockchain dan pasar aset digital meskipun pemerintah di sana bersikap keras terhadap ICO dan exchange domestik. Seperti lobi pajak crypto yang berhasil ditunda hingga 2022 nanti, guna memberi bisnis  lokal lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan aturan yang baru nanti.

Sumber