Penipuan Crypto Rugikan Warga Australia Hingga $14 Juta di Tahun 2019

Wafa Hasnaghina

25th June, 2020

Warga Australia mengajukan 1.810 laporan penipuan terkait cryptocurrency pada tahun 2019, hal ini secara kolektif berjumlah lebih dari $ 21,6 juta AU ($ 14,9 juta USD) dan jika dirupiahkan nominal ini mencapai Rp 211 Miliar.

Menurut sebuah studi oleh Scamwatch, cabang Komisi Persaingan dan Konsumen Australia, usia sekitar 25 hingga 34 tahun adalah usia para korban yang paling terpengaruh oleh penipuan investasi berbasis crypto ini.

Menurut laporan:

Cloud mining farms menjadi adaptasi umum dari jenis penipuan ini. Sebagian besar adalah skema Ponzi, tanpa melibatkan mata uang digital nyata. ”

Ia melanjutkan dengan mengkarakterisasi penambangan crypto cloud sebagai “kegiatan intensif sumber daya yang luar biasa” yang mengandalkan sistem komputasi yang kuat dalam menambang koin. Ini adalah konsep scammers yang membangun penipuan mereka dengan meminta orang berinvestasi dalam waktu atau ruang server yang sebenarnya tidak ada.

Baca juga: Waspada! Penipuan Berhadiah Bitcoin Catut Nama Elon Musk dan SpaceX

Penipuan Terkait Crypto Meningkat

Penelitian Scamwatch mengungkapkan peningkatan tajam dalam total kerugian terkait penipuan selama dua tahun terakhir, dari $ 234 juta pada tahun 2017 silam menjadi $ 437 juta di tahun 2019.

Salah satu contoh dari laporan ini adalah scam internasional bergaya Ponzi yang menamakan dirinya “USI Tech”. Australia menjadi sasaran penipuan tersebut pada 2019 lalu, dan Scamwatch menerima lebih dari 200 laporan dengan total kerugian $ 2,2 juta yang dibayarkan dengan menjanjikan uang tersebut akan diturkarkan dalam bentuk Bitcoin (BTC). Laporan Scamwatch mengatakan bahwa USI Tech sekarang dikenal sebagai salah satu “penipuan cryptocurrency terbesar di dunia”.

Bitcoin adalah metode pembayaran terkemuka yang digunakan di semua jenis penipuan pada 2019 lalu, berada di urutan kedua setelah transfer bank konvensional.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini