Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Penambang Cina Kuasai Dua Pertiga Penambangan Bitcoin

anisa giovanny     Monday, December 16 2019

Penambang Bitcoin di Cina kini mengendalikan dua pertiga dari kekuatan pemrosesan jaringan kripto. Laporan CoinShares, manajer aset digital yang berbasis di London itu menunjukan jika Cina mengendalikan 66% hashrate global.

Hashrate adalah ukuran daya komputasi yang terhubung ke jaringan Bitcoin dan menentukan kemampuan untuk menghasilkan koin baru.

Penambang Bitcoin menggunakan sejumlah besar daya komputasi saat mereka bertarung melawan orang lain untuk menyelesaikan persamaan matematika yang rumit demi mendapatkan koin baru.

Semakin tinggi hashrate, tentu akan semakin banyak kekuatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan Bitcoin, dan ini membuat proses penambangan menjadi lebih sulit. Ini juga menunjukan keamanan yang tinggi di jaringan Bitcoin.

Pangsa hasrate Cina pun naik 60% dari Juni lalu, ini merupakan pangsa tertinggi yang dicatat oleh Coinshares yang mulai melacak hashrate sejak dua tahun lalu.

“ Lonjakan Hash ini mungkin didapatkan Cina karena penyebaran yang lebih besar dan peralatan penambangan yang lebih maju, “ jelas Chris Bendiksesn, head of research CoinShares.

Apalagi di Cina ada perusahan-perusahaan alat penambang Bitcoin terbesar di dunia, seperti Bitmain dan MicroBT. Bitmain pun muncul sebagai perusahaan yang berhasil memonopoli pasar penambangan kripto di Cina dan beberapa laporan mengklaim jika perusahaan itu menyumbang 75% pangsa pasar perangkat keras kripto di seluruh dunia.

Baca Juga : Bitman Pasang 200.000 Mesin Mining Crypto di Cina

Hashrate Bermanfaat Bagi Industri Penambangan Bitcoin Cina

Saat ini harga Bitcoin sekitar $7.200, dan para penambang dapat menghasilkan Bitcoin sekitar $4,7 miliar tiap tahun.

“ Ini tentu bermanfaat bagi industri pertambangan Cina, jika Anda adalah orang pertama yang meningkatkan proporsi hasrate tentu Anda dapat melakukan lebih baik daripada pesaing Anda, “ ujar Bendiksen dilansir dari Reuters.

Menurut CoinShares yang mengelola sekitar $600 juta aset digital,  jaringan hashrate pun telah meningkat 80% sejak Juni, sebagian karena profitabilitas yang kuat dari penambang dan mesin yang lebih baik.

Pusat pertambangan kripto di Negeri Tirai Bambu itu pun didominasi oleh Sichuan yang menyumbang 54% dari tingkat hash global. Sisanya tersebar dari Amerika Serikat, Rusia dan Kazakhstan.

Namun, CoinShares memperkirakan jika pangsa hashrate Cina mungkin bisa jatuh karena negara tersebut lebih banyak mengirim perlengkapan penambangan model terbaru ke pasar kripto lainnya.

Sumber