Begini Pandangan NFT di Mata Para Kreator dan Kolektor Asia

Anisa Giovanny

16th June, 2022

Salah satu pertumbuhan crypto tahun ini didukung dengan meledaknya NFT di pasaran.

NFT mengacu pada aset digital yang unik dan memiliki nilai berbeda antara satu dan lainnya, kehadiran aset digital ini pun memberikan manfaat untuk para kreator untuk mengenalkan karyanya dengan cara yang canggih. 

Apa artinya NFT ini lebih lanjut bagi para kreator, penonton, dan mereka yang secara tradisional melakukan bisnis atau investasi di seputar seni? Simak wawancara Tezos bersama beberapa kreator Asia yang  berkecimpung di dunia NFT. 

Kreator atau seniman generatif yang berbasis di Brunei, Yazid Azahari, mencetak NFT pertamanya pada awal 2021 dan mengatakan mengadopsi teknologi telah mengubah cara berpikirnya tentang menciptakan seni.

Baca juga: NFT Generator, Cara Instan Buat NFT!

“Melihat minat dan apresiasi juga mendorong saya untuk ingin terus meningkatkan kerajinan saya, sekarang, saya benar-benar percaya siapa pun yang cukup serius tentang hal itu dapat mengalami pemenuhan kreatif dari menciptakan seni melalui NFT, “ kata Azahari.

Ia pun mulai menghidupkan kembali minatnya pada seni berbasis kode dalam beberapa tahun terakhir dengan menggunakan perangkat lunak untuk menghasilkan seni generatif dalam bentuk NFT interaktif yang menghasilkan variasi karya dengan sekali klik.

“Saya senang Anda dapat menggunakan kode untuk menghasilkan sejumlah besar permutasi kreatif dari karya seni yang sama menggunakan basis kode yang sama persis.”

Sejak itu Azahari menjadi kreator yang berhasil merilis sejumlah koleksi NFT yang menampilkan gaya seni digital abstrak minimalisnya dan berpartisipasi dalam Crypto Art Week Asia.

Dia memilih untuk membuat dan menjual NFT seni digitalnya melalui beberapa pasar yang menggunakan blockchain Tezos termasuk koleksi di fx(hash) dan Hic Et Nunc (HEN), yang dia sukai karena biayanya yang rendah, sifat terbuka, kemampuan teknis yang unik, dan rasa kebersamaan yang kuat.

Karya Azhari pun ditampilkan bersama 21 seniman lain yang didukung oleh TZ APAC di Art Basel Hong Kong tahun ini, acara seni utama untuk Asia dan bagian dari kalender acara global Art Basel.

“Dalam kasus saya, saya tidak pernah merasa lebih baik atau lebih puas menggunakan keterampilan dan kemampuan saya untuk menciptakan sesuatu, jadi saya berencana untuk terus menciptakan seni melalui NFT, “ katanya. 

NFT Mengubah Seni

Joyce Toh, kurator seni kontemporer asal Singapura yang telah berkecimpung di dunia seni selama 20 tahun mengatakan, jika kebangkinan NFT tidak akan meniadakan seni kontemporee lainnya. Namun, NFT akan mengubah metode presentasi dan susunan penikmat karya serta kolektor. 

NFT secara visual lebih mudah diakses, dapat didistribusikan ke lebih banyak orang di seluruh dunia. Hal ini membuatnya lebih bisa dilihat banyak orang, namun ini tetap berbeda dengan memilikinya secara langsung. 

“Saya melihat ada jenis baru pecinta seni, dan ini hanyalah orang-orang yang jauh lebih mahir hidup di dunia kripto, jadi hampir pasti penontonnya jauh lebih muda.”

Toh percaya kepemilikan aset digital akan menjadi hal biasa. Dia juga salah satu pendiri startup teknologi seni yang diluncurkan pada Juni 2022 bernama ARTO.

ARTO merupakan aplikasi untuk mempertemukan kolektor seni dengan karya yang sesuai dengan gaya dan minat mereka. ARTO menawarkan karya seni asli, merchandise seni, dan koleksi digital, seperti NFT.

Toh mengatakan setelah kejutan dampak NFT dalam dua tahun terakhir, seperti penjualan seni digital NFT Beeple senilai $69 juta dolar, dunia seni tradisional dengan cepat menjadi lebih berpikiran terbuka dan ekspansif.

“Nilai berita NFT telah membawa seni ke perhatian lebih banyak orang. Ini membuat orang bersemangat dan berbicara tentang seni dan semakin banyak orang ingin tahu tentang seni, semakin baik.”

NFT Menurut Kolektor NFT Ternama di Asia 

Toh juga berbagi pandangannya untuk para kolektor saat ingin membeli NFT, ia mengatakan kolektor harus mencari apa yang akan mereka nikmati dan bukan hanya sekadar ikut tren. 

Membeli karya seni berdasarkan hal yang disukai dari hati juga merupakan prinsip yang dianut Ting Song, yang sudah memiliki lebih dari 1.000 NFT Art. 

Ini termasuk koleksi pribadi sekitar 400 NFT dan lebih dari 700 buah yang dimiliki oleh DAO Song. Ia mengumpulkannya melalui Objkt, marketplace NFT terbesar di blockchain Tezos. 

Song juga membeli NFT dari seniman dari Korea, Jepang, Thailand dan Indonesia dan tertarik pada seni berdasarkan inovasi teknik, topik budaya etnis tradisional, dan pendekatan Web3 untuk membayangkan kembali seni rupa.

Song adalah influencer seni kripto yang dinobatkan Tatler Asia pada 2021 sebagai pemimpin mudah untuk membentuk masa depan Asia. Song juga merupakan seniman ternama yang saat ini sedang melakukan tur pertunjukan imersifnya yang disebut Peony Dream.

“Saya mulai mengoleksi ketika saya menjual karya seni NFT pertama saya pada tahun 2020. Saya menerima cinta dan dukungan yang berharga, dan saya juga ingin menyebarkan cinta dan dukungan itu,” kata Song.

Sementara Song mengumpulkan berdasarkan minatnya, ia juga memandang NFT sebagai investasi jangka panjang. Dia juga percaya lebih mungkin bahwa generasi mendatang akan mengacu pada bentuk seni seperti NFT atau permainan ketika mereka merefleksikan era saat ini.

“Masa lalu itu penting, dan masa kini juga penting. Kita mungkin sedang menyaksikan bergulirnya roda sejarah budaya dunia berbeda dengan sejarah seni. Karena definisi “seni” seringkali berada di tangan generasi selanjutnya, “ pungkasnya.

Baca juga: 10 Proyek NFT Ramah Lingkungan di Blockchain Tezos

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency