NFT Three Arrows Capital Akan Dilikuidasi!

Nabiila Putri Caesari

6th October, 2022

Semua koleksi NFT Three Arrows Capital (3AC, yang dikelola oleh Starry Night Capital telah dilikuidasi oleh perusahan likuidator Teneo. 

Sebelumnya perusahaan 3AC telah bekerja sama dengan salah satu investor anonim, yaitu Vincent Van Dough (VVD). 

Mereka telah menginvestasikan dananya senilai $100 juta ke beberapa koleksi NFT yang nilainya jutaan dolar. Ketika kondisi market NFT melonjak pada Agustus 2021.

Dana yang diinvestasikan ke beberapa koleksi NFT, seperti CryptoPunks, Art Blocks, dan Rare Pepe. Jika ditotalkan keseluruhan setidaknya perusahaan telah menghabiskan ETH senilai $35 juta, berdasarkan data dari Dune

Namun, kondisi pasar NFT yang saat ini sedang mengalami penurunan yang juga berdampak dari market kripto membuat nilai dan penjualan NFT ikut menyusut.

Oleh karena itu, Starry Night Capital memindahkan lebih dari 300 token dan lebih dari 400 koleksi NFT ke akun baru Gnosis Safe, mengutip data Bitcoin.com, Kamis (06/10/22).

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Bloomberg, koleksi NFT Starry Night Capital sekarang ini diambil alih dengan tujuan untuk  membantu menutupi kerugian yang dialami oleh Three Arrows Capital.

“Semua NFT Starry Night Capital yang diketahui oleh VVD telah diperhitungkan dan akan dialihkan kepemilikannya,” dalam keterangan perusahaan Teneo, likuidator 3AC.

Kebangkrutan Three Arrows Capital

Salah satu faktor jatuhnya perusahaan 3AC karena jutaan dana telah diinvestasikan ke Terra LUNA yang sekarang ini mengalami keruntuhan di ekosistemnya. 

Kemudian pada awal Mei 2022, Three Arrows Capital dinyatakan bangkrut. Lalu, mengajukan proses kebangkrutan Bab 15 pada Juni 2022 dan mengalami kerugian yang besar mencapai $3,5 miliar.

Selain itu, bangkrutnya 3AC muncul setelah perusahaan investasi tersebut dinyatakan gagal bayar (default) atas utang senilai Rp 9,9 triliun oleh broker kripto Voyager Digital, melansir dari Kontan.co.id

Informasi ini juga berasal dari pernyataan tertulis yang menjelaskan kebangkrutan dan likuidasi dana lindung nilai cryptocurrency secara rinci.  

Three Arrows Capital tidak membayar pinjaman, dan juga berulang kali melewatkan margin call dengan pemberi pinjaman, yang menyebabkan akun investasinya turun di bawah tingkat yang diperlukan, dan tidak diisi ulang.

Baca Juga: Membedah Kasus Three Arrows Capital, Ini Kronologinya

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.