Nasdaq Akan Meluncurkan Pasar Berjangka Bitcoin

Felita Setiawan

5th May, 2021

Nasdaq Akan Meluncurkan Pasar Berjangka Bitcoin. Bursa Efek terbesar kedua, Nasdaq, berencana meluncurkan pasar berjangka Bitcoin di kuartal pertama 2019.

Sumber memberitahu Bloomberg bahwa Nasdag telah bekerja sama dengan Badan Perdangangan Berjangka dan Komoditas AS (Commodities and Futures Trading Comission – CFTC) untuk secara sah beroperasi sebagai operator pasar berjangka aset kripto.

“Nasdag telah bekerja untuk menjawab kekhawatiran para regulator utama AS, CFTC, sebelum meluncurkan kontraknya. Operator bursa New York, yang pertama kali diberitakan membidik pasar berjangka Bitcoin tahun lalu, ingin membuat perdangangan tersebut di kuartal pertama 2019”, salah satu sumber berkata.

Dampak Apa yang Akan Timbul Pada Bitcoin?

Bakkt, sebuah bursa kripto yang dibangun oleh ICE – perusahaan induk bursa saham New York, diperkirakan akan meluncurkan pasar berjangka Bitcoin mereka pada 24 Januari 2019.

Pada 20 November, Bakkt menunda listing kontrak futures Bitcoin mengacu pada peningkatan permintaan yang tidak terduga akan produk kontrak future ini. Bakkt menjelaskan bahwa mereka membutuhkan waktu tambahan untuk mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan dalam melayani jumlah investor yang besar di AS.

“ICE Futures US., Inc. akan me-listing kontrak futures harian Bakkt Bitcoin (USD) untuk dapat diperdagangkan pada Kamis, 24 Januari 2019, mengikuti persetujuan regulasi. Timeline listing yang baru akan memberikan waktu tambahan bagi pada pelanggan anggota kliring sebelum memulai trading dan mengatur kontrak baru ini,” ucap Bakkt.

Sekarang ini, permintaan aset kripto dari investor institusional hanya dapat dievaluasi melalui angka yang disediakan oleh market Bakkt, Fidelity Digital Assets, Goldman Sachs, BitGo Custody, Coinbase Custody, dan beberapa over-the-counter (OTC) besar lainnya.

Masuknya Nasdaq ke dalam market kripto yang sudah lama dalam keadaan bearish ini memberikan sinyal bahwa Nasdaq melihat permintaan yang cukup dari institusi-institusi di pasar AS. Konglomerat setaraf Nasdag tidak akan mengalokasikan porsi besar dana untuk mengembangkan infrastruktur aset baru kecuali ia tidak yakin bahwa tingkat permintannya akan terus meningkat seiring waktu.

Baca Juga: Bitocto Siap Rebut Pasar Kripto Indonesia

Berdasarkan rencana Nasdaq, di kuarter kedua 2019, Nasdaq dan NYSE, dua bursa saham terbesar, akan dapat dilihat di pasar kripto secara global dan beroperasi dalam pasar berjangka Bitcoin.

Bakkt akan secara langsung menyalurkan Bitcoin kepada investornya sedemikian sehingga proses ini akan memberikan dampak nyata di segi suplai Bitcoin dan harganya. Seberapa lengkapnya rencana Nasdaq masih belum diketahui namun kedua pasar akan dapat meningkatkan likuiditas tambahan bagi aset kripto.

Kekhawatiran SEC

Sejak Agustur 2018, ketika Securities and Exchange Comission (SEC) AS menyangkal exchange-traded funds (ETFs) yang berdasarkan pasar berjangka, SEC terus secara konsisten menyatakan bahwa pasar berjangka tidak cukup besar untuk menampung alat investasi skala besar.

Dalam waktu 6-12 bulan ke depan, posisi SEC akan pasar berjangka Bitcoin dapat berubah jika Bakkt dan Nasdaq mampu mendemonstrasikan permintaan nyata dari investor lokal.

Sumber: CCN

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.