Microsoft ID Luncurkan Sistem Beta di Jaringan Bitcoin

Wafa Hasnaghina

13th June, 2020

Jaringan identitas terdesentralisasi dari Microsoft, ION, yang pertama kali diumumkan pada bulan Mei lalu, sedang beralih pada pengujian beta di jaringan Bitcoin.

Dalam posting blog 10 Juni lalu, Daniel Buchner, seorang manajer program untuk tim Microsoft Identity, mengatakan layer 2 Identity Overlay Network (ION) yang bersifat open-source telah dirilis. Tujuannya untuk menyediakan sistem kepada pengguna dengan pengidentifikasi terdesentralisasi (DID) yang dapat menggantikan kebutuhan nama pengguna.

Proyek ini juga dikembangkan bersama dengan Yayasan Identitas Terdesentralisasi, ION dibangun sebagai jaringan terdesentralisasi agar dapat beroperasi secara mandiri dan tidak bergantung pada “token utilitas khusus, simpul validator terpercaya, atau mekanisme konsensus tambahan”.

Baca juga: Microsoft Azure Berikan Layanan Token Blockchain

“Inti teknologi DID yang dijanjikan adalah untuk memberdayakan semua individu dan entitas dengan kepemilikan dan kontrol atas identitas mereka, yang selaras dengan misi kami untuk memberdayakan setiap orang untuk bekerja, bermain, dan mencapai lebih banyak lagi,” ujar Buchner. “Untuk memenuhi janji itu, kami telah memilih jalur yang berbeda dari beberapa pendekatan yang lebih terpusat pada teknologi DID, dan kami percaya ION akan memberikan pilihan tersebut.”

Microsoft belum menetapkan tanggal rilis resmi untuk versi akhir nanti, tetapi mengatakan akan bekerja pada ketangguhan protokol tersebut dan meningkatkan implementasi referensi ION selama beberapa bulan mendatang.

Microsoft Terus Meneliti Jaringan Blockchain 

Dilansir dari Cointelegraph, pada bulan Mei lalu raksasa teknologi ini telah mengumumkan Layanan Blockchain Azure barunya bersama dengan Azure Blockchain Development Kit untuk blockchain Ethereum.

Mereka bukan satu-satunya perusahaan yang melihat potensi teknologi DID. ConsenSys juga menggunakan protokol agnostik blockchain Ethr-DID untuk DIDnya sendiri, berbeda dengan SideTree milik Microsoft.