Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)

Berita NFT · 5 min read

Meta Hapus Fitur NFT di Facebook dan Instagram

Meta Hentikan Fitur NFT

Perusahaan Meta Platforms Inc. menghapus fitur non-fungible token (NFT) yang sebelumnya telah diluncurkan pada November 2022.

Alasan penghapusan fitur ini diduga untuk memangkas biaya seiring dengan fokus meta terhadap MetaPay dan proyek besarnya, Metaverse.

Hentikan Fitur NFT, Fokus pada MetaPay

Kepala Divisi Perdagangan dan Teknologi Finansial Meta Platforms, Stephane Kasriel mengatakan Meta mengurangi dukungan NFT karena pihaknya sedang fokus melakukan pengembangan sistem pembayaran.

Meski begitu, Kasriel mengatakan bahwa perusahaan akan terus mendukung kreator, pengguna, dan bisnis dengan cara lain.

Baca Juga: Market Cap Bitcoin dan Meta Saling Kejar, Terpaut Selisih Tipis

Saat ini, Meta Platforms sedang fokus mengembangkan sistem pembayaran yang nantinya dapat digunakan di seluruh platform Meta.

Secara khusus, Kasriel menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pendaftaran merek dagang Meta Pay, platform pembayaran perusahaan yang akan mendukung pembayaran kripto. Pendaftaran telah diajukan sejak 8 Februari 2023.

Baca Juga: Twitter akan Rilis Fitur Pembayaran, Harga Doge Naik!

Tanggapan Komunitas

Pengumuman tersebut mendapat kritik pedas dari komunitas kripto, kreator NFT Dave Krugman menyebutkan pemberhentian fitur NFT sebagai langkah picik, karena Meta melakukannya bahkan sebelum fitur tersebut diluncurkan.

Podcaster Marc Colcer meminta Meta Platforms untuk mengungkapkan alasan pemberhentian fitur NFT secara transparan. Ia juga menyebut keputusan Meta Platforms sebagai langkah yang tergesa-gesa.

Founder Web3 Earth Labs, Allen Hena mengungkapkan kritik yang lebih tajam. Ia menilai keputusan Meta dikarenakan perusahaan tersebut telah menyadari bahwa mereka tidak lagi dapat mengeksploitasi kreator apabila menggunakan jaringan kripto.

Rumor beredar mengatakan, Meta menghapus alat NFT sebagai bagian dari pemangkasan biaya karena proyek metaverse memerlukan biaya tinggi.

Reality Labs, sebuah anak perusahaan Meta yang fokus pada pengembangan Metaverse, mengalami kerugian sebesar US$13,7 miliar atau setara dengan Rp204 Triliun pada tahun 2022.

Pada kuartal keempat saja, Reality Labs mengalami kerugian sebesar US$4,28 miliar atau sekitar Rp63 triliun.

Meta juga diketahui melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 10.000 karyawannya tahun ini dan menutup 5.000 lowongan pekerjaan yang belum terisi.

Baca Juga: Metaverse Zuckerberg Rugi Rp204 Triliun Lebih, Ada Apa?

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.