Mengenal Glitch ($GLCH) yang Terdaftar di Indodax

Anisa Giovanny

4th May, 2021

Popularitas aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, mau tak mau membetot perhatian besar dari publik. Permintaan dan penjualan cryptocurrency di ranah DeFi berimbas pada tingginya biaya transaksi serta kemacetan jaringan. 

Selama 12 tahun terakhir, teknologi blockchain masih jauh dari mampu mengakomodasi pasar aset kripto global. Misalnya, dua proyek token terbesar saat ini, Bitcoin dan Ethereum, hanya dapat memproses beberapa transaksi per blok, dengan Bitcoin membutuhkan waktu selama 10 menit untuk memproses setiap blok.

Permasalahan ini akhirnya mendorong banyak orang mencari alternatif, dan proyek Glitch pun serius menggarap celah peluang tersebut.

Fokus pada Aplikasi DeFi

Glitch adalah blockchain yang dibuat khusus untuk pasar trustless money. Proyek ini menjanjikan akses lebih baik, biaya lebih rendah, dan mekanisme penghargaan komunitas yang telah terbarukan.

Pada dasarnya, Glitch adalah sistem operasi berbasis blockchain yang dibuat khusus untuk aplikasi DeFi. Pengembangnya menyatakan, bahwa Glitch akan fokus secara eksklusif pada aplikasi DeFi.

Proyek Glitch menawarkan sistem reward bagi pengembang dan pengguna sebagai daya tarik tambahannya. Tujuannya, Glitch memudahkan bagi banyak programer dan developer untuk membuat beragam aplikasi DeFi.

“Setiap dApps di Glitch secara otomatis akan membagi pendapatan melalui brankas yang telah didanai. Secara default, 20% dari semua biaya dan pendapatan dari dApps akan disimpan ke dalam vault pada protokol Glitch dan kemudian dibagikan ke stakers dan holders $GLCH (token asli jaringan),” demikian pernyataan dalam rilisnya. 

Glitch tengah membangun kemitraan untuk menghubungkan token GLCH dengan ekosistem blockchain lainnya. Yang pertama ada Binance Smart Chain. Saat ini, pemegang GLCH dapat dengan mudah menukar ERC-20 GLCH mereka dengan versi BEP.

Glitch Decentralized Exchange (GEX)

Glitch DEX merupakan salah satu komponen inti dalam protokol Glitch, yang juga dikenal sebagai GEX. Ini adalah pertukaran peer-to-peer on-chain dan terbuka yang memungkinkan pertukaran aset yang cepat, murah, aman, dan terdesentralisasi. 

GEX terwujud dari kemitraan baru Glitch dengan Bonded Finance, Cellframe, dan yang terbaru, Polygon.

GEX menggunakan Automated Market Making (AMM) yang sama dengan DEX lainnya akan tetapi lebih berfokus pada penyelesaian waktu real time karena Delegated Proof of Stake (DPoS) yang sangat cepat.

Platform ini adalah jawaban Glitch untuk DEX, yang dibuat bersama Orion dengan kemampuan menangani transaksi besar dalam jumlah besar.

Pada 17 Mei 2021, harga Glitch hari ini adalah $ 1.10 USD dengan volume transaksi 24 jam sebesar $4,227,792 USD. Peringkat CoinMarketCap saat ini adalah # 465, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 84.073.319 USD. Terjadi peredaran suplai sebesar 71.681.099 koin GLCH dan maksimum. pasokan 88.888.888 koin GLCH.

Decentralised Finance atau DeFi merupakan bentuk keuangan berbasis teknologi blockchain yang sedang naik daun saat ini. DeFi tidak bergantung pada perantara keuangan pusat seperti pialang, bursa atau bank. Dengan demikian, DeFi akan menjadi sistem keuangan masa depan yang lebih efisien dan bisa digunakan oleh siapa saja.

Meski potensi DeFi cukup luas, lending menjadi sektor yang paling digemari para penyelenggara protokol DeFi. 

Pada dasarnya cara kerja DeFi ditentukan dua hal penting, yakni smart contract dan token. Kedua hal ini yang menggantikan seluruh proses yang dijalankan oleh middleman/pihak ketiga di centralized finance (CeFi).

Sebelum 2020, produk DeFi sebenarnya sudah bermunculan. Namun keberadaannya baru menjadi sensasi sejak tahun lalu. Ini bisa dilihat dari total nilai yang terkunci di dalam ETH pada 2020 mencapai $14,74 miliar atau sekitar Rp206 triliun, meningkat pesat dari total nilai 2018 dan 2019 yang hanya ratusan juta dolar saja.

Gabung: Telegram Indonesia di sini

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency