Hack dan Scam · 6 min read

Mantan Wali Kota New York Dituduh Rug Pull Usai Token Kripto yang Dipromosikannya Anjlok

Selasa, 13 Januari 2026
kripto
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Mantan Wali Kota New York City, Eric Adams, tengah menjadi perhatian komunitas aset kripto setelah meme coin yang ia promosikan, NYC Token, diduga mengalami penarikan likuiditas besar hanya beberapa jam setelah peluncuran. Peristiwa ini memicu tuduhan praktik rug pull, dengan estimasi nilai dana yang ditarik mencapai sekitar US$3 juta atau setara Rp48 miliar.

Peluncuran NYC Token menjadi langkah publik besar pertama Adams setelah resmi meninggalkan jabatannya sebagai Wali Kota New York City. Melalui unggahan di platform X pada Selasa (13/1/2026), Adams mengumumkan peluncuran token bertema New York City tersebut dan mengklaim proyek ini ditujukan untuk tujuan sosial, khususnya memerangi antisemitisme dan apa yang ia sebut sebagai “anti-Amerikanisme.”

Dalam sebuah video promosi, Adams menyatakan bahwa NYC Token diharapkan dapat membawa semangat New York ke tingkat global. Ia juga menyebut token tersebut sebagai bagian dari upaya memanfaatkan teknologi blockchain untuk mendorong inovasi dan dampak sosial.

Baca juga: Hypervault Terindikasi Scam Usai Gelapkan Rp60,2 Miliar Kripto via Tornado Cash

Lonjakan Token NYC Sebelum Jatuh

Eric Adams secara resmi memperkenalkan NYC Token dalam sebuah konferensi pers di Times Square. Token ini dipasarkan sebagai proyek aset kripto berbasis tujuan sipil atau civic-oriented crypto project, dengan klaim misi sosial bagi masyarakat New York City.

Tak lama setelah diluncurkan, NYC Token sempat mencatat lonjakan kapitalisasi pasar hingga sekitar US$580 juta atau setara Rp9,28 triliun. Data pasar menunjukkan harga token sempat menyentuh kisaran US$0,47 sebelum kemudian berbalik arah. Lonjakan awal tersebut mencerminkan tingginya minat dari investor ritel dan pelaku pasar yang merespons promosi langsung dari Adams.

Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Dalam waktu kurang dari satu jam, harga token tercatat turun tajam hingga ke kisaran US$0,10, dengan kapitalisasi pasar anjlok ke bawah US$110 juta, menurut data Dexscreener.

Analisis lanjutan yang dibagikan oleh platform pemetaan on-chain Bubblemaps menunjukkan bahwa wallet yang terhubung dengan pihak penyebar token menarik likuiditas USDC senilai sekitar US$2,5 juta atau setara Rp40 miliar di dekat puncak harga.

Setelah harga NYC Token anjlok lebih dari 60%, sekitar US$1,5 juta atau Rp24 miliar likuiditas tercatat dikembalikan ke trading pool. Namun, sekitar US$900.000 atau setara Rp14,4 miliar tidak dikembalikan ke dalam liquidity pool berdasarkan pelacakan transaksi di blockchain.

Rangkaian pergerakan tersebut memicu tuduhan rug pull, istilah yang merujuk pada praktik penarikan likuiditas secara sepihak yang dapat membuat investor kesulitan menjual aset tanpa menanggung kerugian besar.

Adapun, situs resmi proyek NYC Token memberikan informasi yang terbatas mengenai arah pengembangan proyek. Beberapa fitur utama, seperti tombol “Buy NYC Token” dan “Read Whitepaper”, dilaporkan tidak berfungsi saat diakses.

Dari sisi tokenomics, situs tersebut menyebutkan bahwa total suplai NYC Token ditetapkan sebanyak 1 miliar unit, dengan alokasi 40% untuk komunitas, 25% untuk likuiditas, 15% untuk pengembangan, dan sisanya dibagi untuk pemasaran serta tim. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai identitas pendiri bersama, struktur tim pengembang, maupun mekanisme pengelolaan dan penyaluran dana.

Baca juga: Base Dikecam Usai Dituding Promosikan Token yang Terindikasi Rug Pull

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.