Liquid Diretas, FTX Turun Tangan dan Beri Bantuan $120 Juta

Anisa Giovanny

27th August, 2021

Pertukaran cryptocurrency asal Jepang yakni Liquid mendapatkan dana $120 juta dari FTX untuk pemulihan setelah mengalami peretasan hampir $100 juta minggu lalu.

Pekan lalu, Liquid mengungkapkan bahwa hot  digital wallet mereka  telah disusupi dan mengakibatkan kerugian setidaknya $85 juta dalam berbagai cryptocurrency, termasuk Bitcoin, Ethereum (ETH), dan XRP.

Namun firma forensik blockchain Elliptic, para peretas berhasil mencuri sebanyak $97 juta. Jumlah itu termasuk $45 juta dalam berbagai token berbasis Ethereum, yang kemudian diubah menjadi ETH melalui pertukaran terdesentralisasi (DEX) seperti Uniswap dan SushiSwap.

Mengatasi hal ini Liquid pun dibantu oleh FTX yang memberikan $120 juta untuk  meningkatkan neraca dan berkontribusi pada peluang lisensi pertukaran di yurisdiksi utama Jepang dan Singapura. Pendanaan baru juga menargetkan pembangkitan modal baru, meningkatkan likuiditas, serta meningkatkan dukungan pelanggan Liquid.

CEO dan pendiri FTX Sam Bankman-Fried mengatakan bahwa pembiayaan tersebut  mendukung upaya kolaboratif dari kedua bursa untuk mendorong adopsi crypto dan memberikan layanan yang lebih baik ke ekosistem.

“Kesempatan dengan Liquid ini memungkinkan kedua organisasi untuk memperkuat dan memperkuat keyakinan bahwa regulasi dalam crypto dan mengetahui pelanggan Anda adalah bagian penting dari masa depan industri kami,” katanya.

Liquid pun meyakinkan pelanggan bahwa mereka tidak akan menderita kerugian karena insiden itu dan meyakinkan bahwa saldo pengguna tidak akan terpengaruh.

“Kami terus bekerja dengan rajin untuk secara bertahap memulihkan layanan setoran dan penarikan kripto,” kata Liquid.

Peretasan Bursa Kripto Kedua Bulan Ini

Didirikan pada tahun 2014, Liquid adalah pertukaran mata uang kripto utama yang dilisensikan di bawah Undang-Undang Layanan Pembayaran Jepang melalui entitas operasi Jepangnya, Quoine Corporation.

Entitas operasi Singapura Liquid, Quoine Pte, juga telah mengajukan permohonan ke Otoritas Moneter Singapura untuk mendapatkan lisensi berdasarkan Undang-Undang Layanan Pembayaran Singapura.

Peretasan Liquid adalah pencurian crypto besar kedua yang terjadi bulan ini, setelah eksploitasi besar-besaran protokol multi chain Poly Network pada 10 Agustus.

Pada hari Senin, Poly Network telah mendapatkan kembali kendali atas aset $610 juta yang terpengaruh dalam serangan itu  dan hacker mengembalikan dana yang dicuri ke jaringan.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency