Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

KuCoin Berhasil Pulihkan 84% Crypto yang Dicuri

Wafa Hasnaghina     Friday, November 13 2020

Dalam sebuah cuitan pada Rabu, 11 November 2020, CEO KuCoin dan salah satu pendiri Johnny Lyu mengungkapkan bahwa tim tersebut dapat memulihkan sebagian besar dana crypto yang dicuri dari platform. Menurut kepala KuCoin, upaya tersebut telah memulihkan 84 persen dari dana yang berhasil dicuri.

“Pembaruan terbaru mengenai Insiden Keamanan #KuCoin: Sejauh ini, 84% dari aset yang terlibat telah dipulihkan melalui cara seperti pelacakan on-chain, peningkatan kontrak, dan pemulihan yudisial. Speerti yang diminta oleh penegak hukum (di sini), kami akan memublikasikan semua detailnya setelah kasus ditutup.”

Lebih lanjut, pemulihan ini akan mulai dilakukan sebelum tanggal 22 November 2020.

Peretasan KuCoin

Sebelumnya, bursa pertukaran crypto berbasis di Singapura ini mengalami masalah peretasan pada 26 September 2020. Menurut laporan, awalnya peretas menghabiskan sebesar 150 juta USD dalam hot wallet. Ketika diselidiki lebih lanjut, pelaku berhasil mencuri dana hingga lebih dari 280 juta USD. Sementara itu, aset dalam cold wallet berhasil diamankan dan tidak tersentuh oleh peretasan tersebut.

Baca juga: KuCoin Diretas, Aset Crypto Senilai Lebih dari $150 Miliar Raib!

Untuk mencegah peretasan di kemudian hari, pihak KuCoin akhirnya meluncurkan program pengamanan yang membantu individu maupun institusional agar dapat menyimpan dananya dengan aman. 

Investigasi masalah ini berhasil mengungkapkan sebagian alamat wallet tersangka dan telah ditangani pihak berwenang. 

Pencurian Aset Crypto

Meski masih banyak kasus crypto yang terjadi pada tahun 2020, jumlahnya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tingkat keberhasilan peretasan juga dirasa menurun, lantaran aturan yang semakin ketat, seperti UU Know-Your-Customer (KYC) dan anti pencucian uang.

Menurut data dari CipherTrace, penipuan lebih banyak yang melibatkan sistem keuangan terdesentralisasi. Hal ini mengingat sistem tersebut terbilang baru dalam dunia crypto, apalagi sifatnya yang publik membuat smart contract rentan dimanipulasi pelaku kejahatan. Untuk saat ini, kewaspadaan dari setiap pengguna tetap menjadi yang utama agar dapat terhindar dari kerugian akibat dana yang hilang.

Baca juga: Eminence Diretas, Komunitas DeFi Tuntut Andre Cronje, Pencipta Yearn Finance

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini