KPMG Gunakan Blockchain untuk Melacak Emisi Gas Rumah Kaca

Anisa Giovanny

8th October, 2020

KPMG sebagai perusahaan global terkemuka yang menyediakan jasa Audit, Pajak, dan Penasihat pun meluncurkan solusi untuk mengatasi masalah emisi iklim dengan menggunakan blockchain.

KPMG telah meluncurkan solusi Climate Accounting Infrastructure (CAI) berbasis blockchain untuk membantu organisasi mengukur, melaporkan, dan mengimbangi emisi gas rumah kaca yang mereka hasilkan.

CAI menggunakan blockchain untuk menyimpan data lingkungan dengan aman dalam sistem keuangan. Ini merupakan bagian dari penilaian risiko iklim dan penilaian aset organisasi. Penggunaan blockchain ini bertujuan untuk membantu perusahaan memenuhi target lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Solusi blockchain dari KPMG ini mengintegrasikan sistem organisasi yang ada. Termasuk sensor IoT, dengan sumber data eksternal untuk membuat jejak emisi dan offset yang dapat diverifikasi dan direkam pada blockchain.

Baca juga: Belum Ada Blockchain yang Dapat Menampung Perkembangan DeFi

KPMG berkolaborasi dengan Context Labs dasn Prescriptive Data serta perusahaan blockchain Allinfra, pada produk tersebut. Context Labs memperkaya data emisi yang disediakan oleh organisasi dengan konteks lingkungan sebelum merekam dan mensertifikasi informasi lingkungan, operasional, dan keuangan.

Menurut pemimpin blockchain A.S. KPMG Arun Ghosh, penggunaan blockchain berarti laporan data akan diungkapkan secara transparan. Ini juga akan membuat data dipercaya untuk memenuhi harapan pemangku kepentingan dan mematuhi peraturan yang ada.

“Saat investor memperluas fokus mereka di luar faktor keuangan untuk memasukkan praktik ESG. Organisasi meningkatkan upaya untuk mengurangi jejak karbon, di samping pengungkapan kemajuan secara transparan, ” kata Arun Ghosh dilansir dari Cointelegraph.

Perusahaan Besar Lain Turut Gunakan Blockchain untuk Lacak Emisi

Organisasi juga akan dapat memodelkan dampak risiko iklim pada operasi bisnis dan kinerja keuangan melalui data lingkungan waktu nyata dan analitik tingkat lanjut. Awal tahun ini, KPMG memprediksi bahwa blockchain, bersama dengan Internet-of-Things (IoT), akan memimpin pengembangan solusi perubahan iklim di seluruh dunia.

Perusahaan besar lainnya juga sedang menjajaki bagaimana blockchain dapat meningkatkan kemampuan pelaporan dari solusi yang melacak emisi gas rumah kaca. Awal tahun ini, Mercedes-Benz bermitra dengan startup blockchain Circulor untuk melacak emisi CO2. Volvo juga bermitra dengan perusahaan rintisan tersebut untuk mengembangkan proyeknya sendiri, menangani masalah yang sama. Carbonblock juga telah mengembangkan solusi untuk meningkatkan transparansi faktor terkait iklim dalam rantai pasokan Porsche.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency