Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Belum Ada Blockchain yang Dapat Menampung Perkembangan DeFi

Wafa Hasnaghina     Wednesday, October 7 2020

Perkembangan Decentralized Finance (DeFi) yang sangat pesat, sepertinya tidak selaras dengan perkembangan jaringan dasar blockchain. Hal ini mengingat, platform DeFi menggunakan jaringan blockchain yang sudah ada seperti Ethereum dan menambah kepadatan jaringan, serta biaya gas yang juga tinggi.

Menurut pendiri dan CEO dari solusi wallet crypto, MyEtherWallet, Kosala Hemachandra sebagian besar opsi scaling potensial DeFi pasti juga akan meningkatkan biaya dari sistem desentralisasi. 

Dikutip dari Cointelegraph, Hemachandra mengungkapkan opininya terkait dengan masalah ini. 

“Dari perspektif blockchain yang jaringannya sepenuhnya terdesentralisasi, (untuk saat ini) belum ada blockchain yang memiliki solusi scaling yang cukup baik untuk mendukung adanya banyak transaksi ini.”

Jaringan Ethereum menjadi jaringan yang populer dikalangan pengembang yield farming. Hal ini mengingat jaringan bersifat open-source. Namun, kemampuan scaling yang sangat rendah membuat kepadatan jaringan dan membuat biaya gas menjadi tinggi.

Terlebih, untuk saat ini Ethereum 2.0 yang digadang-gadang merupakan solusi dari kemacetan jaringan di jaringan sebelumnya, masih dalam pengembangan. Belum ada tanggal resmi kapan jaringan tersebut akan dirilis ke publik.