Kontroversi Robinhood Memanas, Bitcoin dan Altcoin pun Terkena Imbas!

Anisa Giovanny

29th January, 2021

Aplikasi perdagangan saham Robinhood kini sedang ramai diperbincangkan dan jadi perdebatan.

Hal ini menyusul platform yang  membatasi transaksi saham Gamestop (GME) dan saham lain yang harganya melonjak dalam beberapa hari terakhir.

Gamestop yang bergerak dalam bidang penjualan video game ini memang tengah jadi sorotan. Karena ia menjadi bahan taruhan para bandar atau market maker dan investor ritel di forum Reddit.

Aksi yang dilakukan ini akhirnya membuat saham Gamestop naik dan ini tidak sesuai dengan harapan para bandar. Robinhood pun disebut-sebut mendapatkan intervensi dari bandar untuk membatasi transaksi.

“Untuk melindungi perusahaan dan melindungi pelanggan. Kami harus membatasi pembelian di saham ini,” kata Tenev kepada Andrew Ross Sorkin dilansir dari CNBC Kamis malam.

Akibat pembatasan itu, saham GameStop dan AMC yang sebelumnya  naik tiga digit dalam beberapa hari terakhir akhirnya jatuh.

Bitcoin dan Altcoin Terkena Imbas

Masalah Robinhood ini disinyalir menyebabkan, Bitcoin terkena imbas. Untungnya adalah imbas yang positif, sebab dengan kontroversi itu, Harga Bitcoin naik kembali ke kisaran angka $33.000-$34.000 setelah sebelumnya sempat turun ke $30.000.

Pasar cryptocurrency, tercatat sudah menambah $100 miliar dalam nilai kapitalisasi pasarnya untuk kembali mendekati $1 triliun.

Kemudian cryptocurrency lain termasuk ethereum, XRP Ripple, litecoin dan token baru polkadot, cardano dan chainlink juga mengekor naik dengan masing-masing menambahkan antara 5% dan 10%.  Sementara itu harga Doge telah melonjak tinggi hingga lebih dari 700% dalam sehari.

Baca juga: Dogecoin Naik 90% Bersama Drama Saham GME

Masalah Robinhood, Kesempatan Crypto Unjuk Gigi

“Kurangnya transparansi di pasar tradisional telah mengakibatkan pengawasan terbatas, tetapi juga kurangnya kesempatan bagi investor ritel, yang diperburuk oleh penurunan nilai dolar,” kata  Meltem Demirors, kepala strategi di manajer aset digital CoinShares dilansir dari Forbes.

Menurutnya masalah ini bisa menjadi kesempatan Crypto untuk unjuk gigi. Karena pasar Bitcoin dan crypto mayoritas berkembang sepenuhnya di luar Wall Street dan sistem keuangan tradisional.

Pasar Crypto terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja dengan smartphone. Bitcoin bisa dibeli oleh siapa saja dengan mudah.

Kontroversi Robinhood ini pun pada akhirnya semakin membuka padangan masyarakat bahwa desentralisasi lebih baik.

Sebab, ada keseimbangan antara kegunaan dan meningkatkan kemampuan untuk dikendalikan oleh kekuatan keuangan yang ada.

‚ÄúDesentralisasi memberi orang kemampuan untuk membuat keputusan keuangan mereka sendiri dan kemampuan untuk mengekspresikan pandangan mereka, ” kata Paul Veradittakit dari Pantera Capital kepada Decrypt.

Artikel ini bisa ditemukan kembali di sini

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency