Konsumsi Listrik Bitcoin Turun ke Level November 2020

Anisa Giovanny

11th July, 2021

Total perkiraan konsumsi listrik tahunan Bitcoin telah anjlok hampir 60%, turun dari puncak sepanjang masa di atas 143 terawatt-hours (TWh) pada bulan Mei ke level 62 TWh pada awal Juli, menurut data dari Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index (CBECI). ). Ini merupakan tingkat konsumsi energi terendah yang tercatat sejak awal November 2020.

Dilansir dari Cointelegraph, konsumsi listrik tahunan Bitcoin diperkirakan mencapai 67 TWh, sedangkan konsumsi batas atas, atau total pengeluaran listrik maksimum absolut berdasarkan asumsi kasus terburuk, mencapai 162 TWh, turun dari 520 TWh pada pertengahan Mei.

Estimasi batas bawah, yang sesuai dengan total pengeluaran listrik minimum absolut berdasarkan asumsi kasus terbaik bahwa semua penambang selalu menggunakan peralatan paling hemat energi yang tersedia di pasar, juga turun dari 47 TWh menjadi 24 TWh.

Meskipun regulator global terus menyalahkan Bitcoin (BTC) untuk konsumsi energi yang berlebihan dan bencana lingkungan terkait, konsumsi energi Bitcoin sebenarnya telah turun secara besar-besaran baru-baru ini, menurut beberapa data.

Konsumsi listrik Bitcoin sejak Januari 2017. Sumber: CBECI

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, aksi bullish parabola Bitcoin yang memimpin harganya di atas $64.000 pada bulan April telah mendorong pertumbuhan besar-besaran dalam jumlah listrik yang dikonsumsi oleh penambang Bitcoin, memicu perdebatan besar tentang kemungkinan dampak lingkungan dari cryptocurrency.

Bitcoin kemudian mengalami aksi jual besar-besaran setelah CEO Tesla Elon Musk menangguhkan pembayaran Bitcoin untuk pembelian kendaraan Tesla pada 12 Mei dan Elon beranggapan jika Bitcoin tidak ramah lingkungan.

Bitcoin Belum Kembali Pulih

Namun beberapa waktu kemudian ia kembali mencuitkan informasi di twitter bahwa Bitcoin suda menggunakan energi terbarukan dan meminimalisir kerusakan lingkungan. Meski begitu pada kenyataannya, cuitan itu tidak banyak membantu dan Bitcoin tetap stagnan di kisaran angka $33.000-$34.000, dan hingga kini belum berhasil meraih harga tertingginya kembali.

Sejalan dengan harga Bitcoin, perkiraan konsumsi listrik Bitcoin telah turun dengan cepat sejak pengumuman tersebut, didorong lebih lanjut oleh tindakan keras China terhadap industri pertambangan cryptocurrency.

Setelah menutup fasilitas penambangan kripto di Mongolia Dalam April ini, pihak berwenang China memberlakukan serangkaian larangan penambangan kripto di pusat penambangan kripto utama termasuk provinsi berbasis tenaga air seperti Sichuan dan Yunnan, serta Xinjiang dan Qinghai.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency