Kesulitan Menambang Bitcoin Turun! Ini Penyebabnya

Naufal Muhammad

1st June, 2021

Setelah banyaknya kabar mengenai larangan dari Pemerintah Cina mengenai penggunaan dan segala hal menyangkut crypto, terjadi perubahan di sektor pertambangan Bitcoin.

Perubahan tersebut terlihat terjadi pada tingkat kesulitan menambang Bitcoin yang dikabarkan baru saja disesuaikan dan mengalami penurunan cukup signifikan.

Perubahan Tingkat Kesulitan Menambang Bitcoin

Dikabarkan bahwa terjadi penurunan hingga 15,97% pada kesulitan menambang Bitcoin yang berubah menjadi sekitar 21,05 Triliun pada ketinggian block 685.440.

Kecepatan penambangan atau hashrate Bitcoin sendiri sebelumnya berada pada 179,25 ExaHashes (EH) per detik.

Angka tersebut terlihat tercapai pada sekitar 13 Mei 2021 hingga 30 Mei 2021 sebelum mengalami penurunan yang signifikan.

Namun setelah mengalami penyesuaian pada keseluruhan jaringan pada 30 Mei 2021, kecepatannya mengalami perubahan menjadi 150,48 EH per detik.

Jika kecepatan ini terus menurun akibat semakin berkurangnya penambang Bitcoin yang ada, kemungkinan besar kesulitan penambangan juga akan turun.

Baca juga: Cara Kerja Bitcoin Mining atau Penambangan Bitcoin Menghasilkan Income Jutaan

Hal ini disebabkan oleh Cina dimana pemerintahnya melarang seluruh hal terkait crypto yang nampaknya telah memaksa beberapa penambang untuk berhenti.

Cina sendiri mewakilkan 65,08% dari keseluruhan penambang Bitcoin di dunia.

Sehingga data penurunan kecepatan dan potensi penurunan tersebut sangat masuk akal.

Beberapa hal rinci mengenai pelarangan ini adalah peraturan baru dari pemerintah terutama pada bagian Mongolia.

Saat ini pihak di Provinsi Sichuan juga telah membatasi penyediaan energi untuk menambang walau mayoritas penambang menggunakan energi dari air (PLTA).

Hal tersebut disebabkan tertundanya musim hujan yang hingga saat ini masih belum muncul di daerah tersebut.

Namun berbeda dengan Mongolia, Sichuan masih akan mempertimbangkan penambangan crypto dan masih belum melarangnya secara total.

Kesempatan Negara Lain

Walaupun begitu untuk saat ini, penyumbang terbesar dunia terutama untuk penambangan Bitcoin nampaknya sedang terhambat.

Kabar baiknya, hal ini dapat membuka jalan untuk negara lain mengambil pangsa pasar penambangan tersebut.

Hal ini juga dapat menghilangkan adanya sentralisasi dari dominasi Cina dalam penambangan Bitcoin, yang dapat membuat Bitcoin lebih terdesentralisasi.

Salah satu negara yang nampaknya akan menjadi penggantinya adalah Amerika dimana saat ini juga sedang terjadi “perang dingin” dominasi blockchain antara kedua negara.

Dari sisi penambangannya nampaknya swasta akan mulai turun tangan dengan Michael Saylor, CEO MicroStrategy dan Elon Musk, CEO Tesla yang membuat rencana baru.

Baca juga: Ini Alasan Analis Sebut Elon Musk Tidak Layak Memimpin Perubahan Energi di Crypto

Rencana tersebut adalah pencarian sumber daya energi yang lebih ramah lingkungan untuk menambang Bitcoin,

Selain itu, rencana tersebut disandingkan dengan pembentukan Dewan Pengawas Penambang Bitcoin yang akan memastikan semua terjadi dengan ramah lingkungan.

Di luar Amerika, saat ini beberapa negara-negara Skandinavia, Rusia, dan Jepang juga nampak mulai tertarik dengan Jepang yang telah resmi memperbolehkan crypto sebagai alat tukar.

Oleh karena itu, penurunan oleh Cina bukan menjadi hal yang buruk akibat membuka jalan untuk adopsi crypto semakin luas dan semakin terdesentralisasi.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.