Kapan Bear Market Crypto Selesai? Ini Prediksinya

Anisa Giovanny

14th June, 2022

Bear market tiba harga aset crypto turun dengan persentase hingga dua digit, Bitcoin telah berada di level $21.000, kehilangan nilai lebih dari 60% dari harga tertingginya di $68.000.

Fase Bear Market 2022

Mengutip dari tweet, Jason Yanowitz dari Blockwork, saat ini bear market sedang masuk ke fase dua. Fase di mana harga crypto akan turun sangat jauh dan membuat investor frustasi.

Di fase ini pula banyak investor dari berbagai tingkatan memilih untuk keluar dari market crypto karena volatilitas dan kehabisan bahan bakar untuk bisa bertahan. 

Fase bear market kedua ini tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan segera berakhir, yang jelas setelah fase ini selesai masih akan ada fase ketiga.

Ini merupakan sebuah fase di mana harga berada dalam titik terendah dan cenderung stagnan. 

Di fase ini kemungkinan tidak banyak investor yang tersisa dan proyek yang bertahan. Hanya investor yang kuat dan proyek yang berkualitas yang bertahan, bisa disebut bear market ini adalah seleksi alam. Hal ini pun turut disampaikan Bertrand Perez, CEO WEB3 Foundation. 

“Kami berada di bear market, dan saya pikir itu bagus, karena akan membersihkan orang-orang yang ada di sana (market crypto)  karena alasan yang buruk, proyek yang buruk pun akan hilang dan yang bertahan adalah yang fokus pada pengembangan proyek bukan hanya sekadang harga token,” kata Bertrand Perez, CEO Web3 Foundation, mengatakan kepada CNBC di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Nolan Bauerle, direktur riset di CoinDesk, mengatakan 90% cryptocurrency hari ini tidak akan bertahan dari kehancuran di pasar. Mereka yang bertahan akan mendominasi permainan dan meningkatkan pengembalian bagi investor awal.

Nah, pertanyaannya kapan seluruh fase ini akan selesai. Kita sudah menyaksikan fase satu di awal tahun hingga Mei awal. Fase dua telah dimulai saat LUNA dan UST hancur dan berlangsung hingga sekarang. 

Baca juga: Mengenal Bear Market dan Cara Menghadapinya

Prediksi Bear Market Selesai

Investor makro Raoul Pal yakin bahwa pasar crypto bear saat ini akan berakhir hanya setelah The Fed melonggarkan kebijakan moneter hawkish dengan menghentikan kenaikan suku bunga. Itu bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan, menurut prediksi Pal.

“The Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga sejauh dan secepat yang diharapkan orang. Dugaan saya adalah mereka mungkin berhenti menaikkan suku bunga di musim panas dan hanya itu,” katanya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Cointelegraph.

Pal melihat kombinasi suku bunga tinggi dan ketakutan akan resesi yang akan datang sebagai faktor makro utama yang menyebabkan pasar penurunan crypto saat ini.

Pal berpikir bahwa dasar pasar belum tercapai dan fase likuidasi massal yang melibatkan aset kripto akan segera hadir. 

“[Crypto] bisa melihat lonjakan likuidasi di beberapa titik jika kita melihatnya di ekuitas dan pada akhirnya itu akan menjadi kapitulasi terakhir dari pasar,” katanya.

Pada saat itu, menurut Pal, The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya, memungkinkan beberapa likuiditas mengalir ke pasar keuangan, sehingga memicu reli crypto berikutnya.

“Kita akan melihat reli obligasi, reli crypto, mungkin beberapa saham teknologi reli,” kata Pal.

Selain gambaran makro, faktor lain yang dapat memfasilitasi kenaikan berikutnya adalah persetujuan ETF spot Bitcoin dan peralihan Ethereum ke sistem bukti kepemilikan, yang diharapkan untuk Q3.

Histori bear market. Sumber: Coinmetrics.io

Sedangkan jika melihat histori bear market atau crypto winter pada 2018, butuh waktu kurang lebih dua tahun bear market selesai dan harga mulai kembali naik.

Hal ini juga berkaitan dengan halving, di mana setelah halving 2016, satu tahun kemudian harga Bitcoin sentuh ATH pertamanya di kisaran $20.000 dan kemudian setelah meraih harga tertinggi Bitcoin pun berangsur turun hingga 2020. 

Kemudian, 2021 satu tahun setelah halving Bitcoin raih harga tertinggi sepanjang masa yang mengesankan di $68.000. Setelah itu harga pun turun di 2022 dan kini masuk ke  bear market.

Jika pola ini berulang ada kemungkinan para investor yang bertahan di kondisi pasar saat ini baru akan mendapatkan imbal hasil tinggi di 2025, satu tahun setelah halving di 2024.

Jadi kurang lebih dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk bull market datang kembali. 

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency