JPMorgan Masukkan 11 Saham Crypto ke Instrumen Utang Terbaru

Naufal Muhammad

10th March, 2021

JPMorgan dikabarkan telah melapor kepada Securities and Exchange Commission (SEC) untuk penerbitan instrumen baru.

Instrumen keuangan ini adalah instrumen keuangan bersifat utang yang akan terikat dengan 11 saham perusahaan di bidang crypto.

JPMorgan Terbitkan Instrumen Baru

Perusahaan besar ini telah menciptakan sebuah instrumen utang yang memberikan investor akses kepada beberapa saham bidang crypto.

Kabar tersebut didapatkan dari perizinan yang dipublikasi untuk diajukan kepada SEC oleh JPMorgan dalam rangka penerbitan instrumen ini.

Instrumen tersebut dijelaskan sebagai instrumen keuangan berisi 11 saham perusahaan Amerika yang diversifikasinya disebarkan secara tidak merata.

Instrumen ini mengalokasikan 20% kepada saham MicroStrategy, yang saat ini memiliki sekitar 91.064 Bitcoin pada laporan keuangannya.

Baca juga: Bitcoin Minggu Lalu: Tambah Bitcoin Lagi, Microstrategy Jual $400 Juta Sekuritas

Selain itu, alokasi juga diberikan ke saham perusahaan Square sebesar 18% dan Riot Blockchain sebesar 15%, dua perusahaan dengan adopsi Bitcoin yang cukup signifikan.

Terakhir, alokasi dana juga disalurkan ke saham perusahaan Nvidia dan PayPal yang masing-masing diberikan beban sebesar 15%.

Saham Perusahaan Advanced Micro Devices, Taiwan Semiconductor, Intercontinental Exchange, CME Group, Overstock.com dan Silvergate Capital juga masuk ke dalam instrument tersebut.

Pada publikasi mengenai instrumen ini, terdapat pernyataan resmi dari JPMorgan, dimana pihak perusahaan menyatakan,

“Beban dari saham yang dipilih ditentukan berdasarkan keterbukaan perusahaan tersebut terhadap Bitcoin. Hal ini disebabkan penentuan korelasi dengan Bitcoin dan likuiditas.”

JPMorgan menyatakan imbal hasil instrumen akan didasari oleh kinerja dari saham perusahaan yang telah disebutkan.

Dukungan JPMorgan untuk Dunia Crypto

Pihak perusahaan juga menyatakan bahwa investasi minimal adalah sebesar $1.000 atau Rp14,4 Juta, dengan kadaluwarsa pada Bulan Mei 2022.

Instrumen ini dapat disamakan dengan obligasi korporasi namun memiliki karakteristik yang sedikit berbeda akibat memiliki karakteristik reksadana di dalamnya.

Namun, yang paling penting adalah instrumen ini memberikan bukti nyata kemudahan akses untuk investor institusional untuk masuk ke dunia crypto.

Saat ini, mayoritas perusahaan di Wall Street terlihat mulai masuk secara signifikan ke dunia crypto, dengan mayoritas lainnya yang mulai tertarik.

Dorongan beli ini juga nampaknya yang membuat Bitcoin berhasil terjaga di atas daerah $40.000 hingga $50.000 atau Rp600 Juta hingga Rp700 Juta.

Instrumen ini juga menjadi bukti nyata dukungan JPMorgan yang selama ini masih terlihat bimbang dalam pandangannya terhadap dunia crypto.

Baca juga: JPMorgan Sarankan Kepemilikan Bitcoin di Portofolio untuk Lindung Nilai

Namun, instrumen ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa dunia crypto terus berkembang dengan banyaknya jenis instrumen keuangan di dunia crypto.

Instrumen ini kemungkinan akan menjadi instrumen besar di dunia crypto dan mendukung beberapa instrumen crypto besar lainnya.

Salah satu contohnya adalah Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin di Kanada yang telah mencapai Rp1,4 Triliun dalam volume.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.