John McAfee Rilis Layanan Ponsel Ghost, Susul Koin Crypto Ghost

Wafa Hasnaghina

11th July, 2020

Pada hari Selasa, 7 Juli 2020, John McAfee mengumumkan peluncuran produk barunya yang disebut “Layanan Data Ponsel Ghost” yang ia gambarkan sebagai “layanan data 4G pertama yang membuat koneksi ke jaringan tanpa mampu dilacak.” Pengujian beta sudah dimulai pada 3 Juli lalu dan peluncuran layanan global ini direncanakan akan dilaksanakan pada September nanti.

Pada situs web Ghost by McAfee ini dijelaskan, nantinya pelanggan situs tersebut dapat “tidak terlihat”, dengan mengacu pada “seluruh lalu lintas nantinya akan melewati beberapa server anonim dan tidak dapat dilacak balik” kepada mereka. Sistem ini juga tidak memerlukan kartu SIM, dengan sebab teknologi eSIM yang digunakannya nanti. eSIM ini juga akan memungkinkan koneksi data pada smartphone tanpa kartu SIM fisik. 

“Aplikasi ini akan memfasilitasi perlindungan VPN lapisan dasar pada ponsel, mengenkripsi data apa pun yang Anda kirim melalui jaringan kami”. Di dalam Situs web tersebut, tertera dukungan akan diberikan di 37 negara berbeda, kemudian McAfee memberikan cuitan di Twitter pribadinya dengan menambahkan 16 negara lain. Jika dijumlahkan ada 53 negara yang nantinya akan didukung oleh sistem ini. Berikut rincian dari rilis resmi McAffe:

Layanan Data Ponsel Hantu adalah salah satu komponen ekosistem yang lebih besar, yang juga mencakup mata uang crypto Ghost untuk transaksi pribadi dan Ghostx Exchange untuk pertukaran mata uang crypto pribadi.

Ghost by McAffe Melengkapi Koin Ghost

McAfee juga menjelaskan: “merek Ghost akan mencakup serangkaian alat praktis dan nyata bagi orang-orang untuk melindungi hak-hak dan mengambil kembali hak privasi kita. Privasi adalah hak asasi manusia.” Pertukaran Ghostx sendiri sudah aktif sejak 21 Juni lalu, menyusul peluncuran mata uang crypto milik McAfee bernama Ghost, koin privasi proof-of-stake.

Baca juga: John McAfee Tahu Siapa Satoshi Nakamoto?

Layanan ini menerapkan sistem data-only tetapi juga akan mendukung VOIP dan platform komunikasi berbasis IP lainnya. Nantinya layanan ini akan dapat digunakan dengan “sebagian besar ponsel andalan terbaru,” tambahan dari perilisan tersebut. 

“Dukungan kepada lebih banyak ponsel lain akan menyusul ketika teknologi eSIM ini masuk ke dalam model kelas menengah dan mdel anggaran.” Saat ini, ponsel yang didukung layanan ini mencakup beberapa model dari Google, Samsung, dan iPhone Apple.

Untuk dapat menggunakan jaringan data ini, hanya dengan memindai kode QR yang disediakan setelah membeli layanan menggunakan smartphone yang telah didukung. Dalam perilisan tersebut, mereka juga menambahkan: “Tidak ada informasi pribadi yang diperlukan dalam mendaftarkan diri ke dalam jaringan dan semua layanan akan dibayar dimuka tanpa kontrak. Layanan ini mencakup aplikasi gratis yang tersedia untuk Android dan iOS yang juga semakin meningkatkan perlindungan data dan privasi pada pelanggannya.”

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini