Jerome Powell Prediksi Suku Bunga Acuan Maret 2022, Ancaman untuk Crypto?

Naufal Muhammad

27th January, 2022

Mayoritas aset berisiko lainnya terlihat bergerak turun setelah pernyataan Jerome Powell mengenai penetapan suku bunga acuan Maret 2022. 

Pernyataan tersebut disampaikan pada pidato yang disampaikan pada Kamis, 27 Januari 2022 pada pukul 02.00 WIB. 

Jerome Powell Sampaikan Kebijakan Maret 2022

Dalam pidato tersebut terdapat dua informasi yang disampaikan oleh The Fed atau Bank Sentral Amerika melalui ketuanya, Jerome Powell. 

Ia menyatakan suku bunga acuan masih akan tetap pada 0,25% saat ini. Angka ini stabil sejak Tahun 2021. 

Tidak berubahnya suku bunga acuan tersebut seharusnya memberikan ketenangan kepada investor.

Dengan tidak berubahnya suku bunga acuan, maka potensi penurunan nilai aset berisiko menjadi berkurang akibat apresiasi nilai Dolar Amerika tertunda. 

Tapi nampaknya terdapat kabar yang membuat kekhawatiran kepada investor aset berisiko seperti saham dan crypto.

Baca juga: Ketua The Fed Percepat Tapering, Waspada Bitcoin Crash 2022

Kabar tersebut adalah potensi penetapan suku bunga acuan pada Bulan Maret 2022 oleh Bank Sentral Amerika. Jerome Powell menyatakan,

“Saya bisa menyatakan bahwa kemungkinan, komite (FOMC) sudah sejalan untuk meningkatkan suku bunga acuan pada Maret 2022, dengan asumsi semua kondisi cocok untuk kebijakan tersebut.”

Pernyataan tersebut berhasil membuat kekhawatiran untuk mayoritas investor walau sebenarnya sudah diprediksi.

Pada akhir 2021, Jerome Powel menyatakan kemungkinan besar kuartal kedua 2022 menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan suku bunga acuan.

Tapi sayangnya walau sebenarnya sudah diketahui sebelumnya, banyak investor yang khawatir dan mulai menjual. 

Pergerakan tersebut terlihat dari beberapa aset berisiko seperti saham dan crypto yang bergerak naik sebelum pidato Jerome Powell untuk kemudian turun setelahnya.

Masih Ada Harapan?

Umumnya dalam jangka pendek, kebijakan suku bunga acuan yang naik akan membuat kenaikan dalam nilai Dolar Amerika.

Saat Dolar Amerika naik, investor besar umumnya kembali pindah ke aset investasi konvensional dan Dolar Amerika karena keuntungannya mulai naik kembali.

Kondisi tersebut sayangnya membuat ketertarikan terhadap aset berisiko seperti saham dan crypto menurun dan mendorong keuntungannya untuk turun.

Tapi, jika melihat pergerakan sebelumnya, yaitu pada Tahun 2005 hingga 2007 serta 2015 hingga 2018, ada kemungkinan pergerakan berbeda. 

Dalam jangka menengah ada kemungkinan bahwa kenaikan suku bunga acuan dapat bergerak naik bersama aset berisiko.

Hal ini disebabkan kemungkinan daya beli masyarakat yang mulai meningkat bersama pemulihan inflasi.

Bersama meningkatnya daya beli, maka kemampuan investasi akan kembali pulih, yang dapat mendorong harga aset berisiko seperti crypto dan saham untuk naik. 

Jadi masih ada harapan kemungkinan dalam jangka menengah bahwa crypto mengalami pemulihan kembali.

Melihat saat ini korelasi saham dan crypto mulai naik akibat crypto yang semakin luas dalam adopsi yang membuatnya mulai masuk ke kategori aset tradisional, maka asumsi ini dapat terjadi. 

Untuk saat ini pasar nampaknya masih bereaksi terhadap kabar dari The Fed yang membuat mayoritas aset berisiko turun. 

Terpantau Bitcoin mengalami penurunan bersama indeks saham Amerika seperti S&P 500 dan Dow Jones yang turun 3% dan 2% secara berurut.

Bitcoin sendiri mengalami penurunan lebih dari 5% bersama beberapa crypto lain yang terkoreksi mengikuti Bitcoin. 

Grafik Harian BTCUSD

Kemungkinan reaksi masih akan terus berlanjut dengan koreksi menuju $35.000 sebelum kembali normal bahkan dapat naik hingga $45.000.

Batas yang perlu diperhatikan saat ini adalah $28.000 dan $45.000 dimana jika salah satu batas tersebut ditembus, pasar crypto baru akan mengalami pergerakan yang jelas. 

*Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.