Jack Ma Mundur dari SoftBank, Bagaimana dengan Proyek Blockchain yang Digarap?

febrian surya

28th May, 2020

Perusahaan SoftBank asal Jepang, merupakan perusahaan yang dinilai begitu royal dalam menggelontorkan dana segar ke berbagai startup teknologi yang berada di seluruh dunia. Tak terkecuali, di antaranya startup-startup Indonesia seperti Tokopedia, Ajaib, dan Modalku.

Namun, kabar kurang sedap harus diterima oleh SoftBank terkait neraca keuangan mereka di awal tahun ini akibat adanya Covid-19, yang membuat Softbank mengalami kerugian sebesar Rp 133 triliun. Hal ini disebabkan beberapa kegiatan investasi yang dianggap gagal. Bukan hanya itu saja, SoftBank juga harus kehilangan salah satu direksi terbaiknya yakni Jack Ma.

Jack Ma memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan direksi di SoftBank yang berlaku efektif pada 25 Juni 2020. Kerjasama antara Jack Ma dengan SoftBank telah terjalin sejak 13 tahun yang lalu, seperti diketahui SoftBank menjadi perusahaan investor terbesar yang mendanai Alibaba (startup yang didirikan oleh Jack Ma pada 1999), dan memiliki saham Alibaba sebesar 25%.

Tentu saja, kehilangan sosoknya bagi SoftBank menjadi suatu hal yang sangat berat. Sebab, sosoknya diketahui merupakan sosok yang selalu memberikan arahan startegi perusahaan seperti mendorong SoftBank merambah ke sektor blockchain dengan berkolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti IBM dan TBCASoft untuk mengembangkan platform blockchain telekomunikasi.

Selain itu, SoftBank pada akhir 2019 juga meluncurkan kartu debit yang terintegrasi dengan dompet cryptocurrency pengguna. Walaupun, CEO Softbank Masayoshi Son itu sendiri, dikenal memang tidak terlalu menyukai investasi dalam bidang cryptocurrency. Hal ini dikarenakan, Masayoshi Son, pernah mengalami kerugian hingga lebih dari $130 juta saat berinvestasi Bitcoin pada 2017 silam ketika harga Bitcoin sedang tinggi-tingginya.

Kabar pengunduran Jack Ma ini tentu saja menjadi berita yang hangat dibahas oleh kalangan pebisnis di luar sana. Sebab, pengunduran diri Jack Ma dikarenakan urusan pribadi yakni ingin fokus kepada kegiatan filantropis. Dan, bukan karena SoftBank sedang mengalami kerugian hingga triliunan rupiah akibat salah berinvestasi pada sebuah startup hingga mengalami kerugian mencapai Rp133 triliun, hal ini menjadi yang terparah bagi SoftBank selama 15 tahun terakhir.

Sumber