Iran Ingin Buat Kripto Muslim untuk Perangi Dolar AS

Anisa Giovanny

23rd December, 2019

Presiden Iran telah mengusulkan untuk menciptakan cryptocurrency Muslim sebagai salah satu cara untuk menghadapi dominasi ekonomi Amerika Serikat.

Presiden Iran, Hassan Rouhani berbicara di Islamic conference Malaysia pada 19 Desember lalu.  Hassan Rouhani mengajak negara-negara muslim untuk membuat kerja sama keuangan dan perdagangan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Konferensi ini juga dihadiri oleh para pemimpin negara-negara Muslim utama termasuk Turki, Qatar dan tuan rumah Malaysia, sementara Arab Saudi dan Pakistan mengundurkan diri dari konferensi.

Baca juga : Penambangan Crypto Dilegalkan Sebagai Aktivitas Industri di Iran

Cryptocurrency Muslim untuk Hadapi Dominasi AS di Ekonomi

Rouhani berpendapat bahwa sanksi ekonomi AS adalah bentuk utama untuk melakukan dominasi dan penindasan bagi negara lainnya.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan dunia Muslim membutuhkan mata uang crypto sendiri. Untuk melawan dominasi ekonomi Amerika dalam perdagangan internasional dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Iran telah terkena sanksi ekonomi parah oleh AS yang membatasi cara lembaga keuangan negara melakukan investasi di luar negeri. Karena dolar adalah mata uang paling umum dalam transaksi internasional.

Presiden Iran itu mengusulkan penciptaan kripto sebagai upaya untuk mengedepankan pembentukan sistem perbankan dan keuangan khusus antara negara-negara Muslim yang menggunakan mata uang lokal untuk perdagangan.

“Dunia Muslim harus merancang langkah-langkah untuk menyelamatkan diri dari dominasi dolar Amerika Serikat dan rezim keuangan Amerika, “ ujar Rouhani dilansir dari Cointelegraph.

Dilaporkan dari publikasi lokal Free Malaysia Today, Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad mendukung gagasan tersebut.

“ Kita dapat menggunakan mata uang kita sendiri atau memilki mata uang bersama, “ jelas Mahatir

Sementara itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan rupanya malah mengkritik Organisation of Islamic Cooperation, dengan alasan bahwa platform yang menghubungkan muslim bersama-sama justru menunjukan “kurangnya implementasi”.

Erdogan juga menggarisbawahi bahwa negara-negara Muslim harusnya fokus pada islamic financial dan pembuatan kelompok kerja khusus untuk menangani hal tersebut.

Hindari Sanksi AS Negara Lain Gunakan Kripto

Sejumlah yuridiksi global telah mempertimbangkan pembuatan cryptocurrency untuk menghindari sanksi oleh Amerika Serikat hingga saat ini.

Dilansir dari Cointelegraph pada akhir September, pihak berwenang di Korea Utara mengumumkan niat mereka untuk mengeluarkan mata uang digital sendiri dan para  para ahli percaya bahwa inisiatif ini bertujuan untuk membantu negara tersebut melewati sanksi oleh AS.

Sementara itu, Venezuela tampaknya adalah salah satu contoh paling populer dari negara-negara yang berusaha menghindari sanksi AS. Venezuela sudah menggunakan mata uang kripto yakni Petro yang diluncurkan pada Februari 2018.  Mata uang digital tersebut telah menjadi cryptocurrency nasional pertama di dunia.

Sumber

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency