Berita Industri · 8 min read

Pasar NFT Kian Sepi Pembeli, 93% Investornya Rugi

NFT

Kondisi pasar NFT masih belum pulih sejak kejayaannya di akhir tahun 2021. Menurut data Dune Analytics, volume perdagangan NFT menyusut drastis menjadi hanya US$466 juta (Rp7,1 triliun) pada bulan September 2023, berbanding dengan volume perdagangan NFT pada tahun 2022 yang mencapai US$17 miliar (Rp261,4 triliun).

Hal ini terjadi karena ada perbedaan yang signifikan antara jumlah koleksi NFT yang tersedia dan jumlah pembeli dalam situasi pasar saat ini.

Menurut data NFTGo, saat ini tersedia 45,9 juta koleksi NFT secara keseluruhan. Sementara itu, jumlah pembeli yang ada hanya sebanyak 6.414 orang.

Terlebih lagi, 92,57% pemilik NFT atau 461.026 orang mengalami kerugian. Sementara itu, dari 73,257 koleksi NFT yang diperiksa oleh NFTScan 69,795 ditemukan memiliki nilai 0 di pasar Ethereum.

Dengan kondisi saat ini, koleksi NFT yang tidak memiliki fungsionalitas di dunia nyata akan semakin kesulitan menarik perhatian pembeli.

Salah satu penyebab NFT merugi adalah sebagian besar koleksinya yang tidak memiliki target pasar yang jelas. Selain itu, hal ini juga memperkuat anggapan bahwa pasar NFT masih dipenuhi spekulasi dan belum cocok dijadikan sebagai instrumen investasi.

Baca Juga: Harga NFT BAYC Anjlok 90%, Kolektor Beralih ke Token PEPE

Emisi Karbon Pembuatan NFT

Di tengah kondisi pasar yang tak kian menghasilkan keuntungan, ternyata pembuatan NFT memerlukan sejumlah besar energi. Proses pembuatan NFT mengonsumsi energi sebanyak 27.789.258 kWh dan menghasilkan emisi sekitar 16.243 ton metrik karbondioksida.

Menurut Air New Zealand, emisi yang dihasilkan dalam proses penciptaan koleksi NFT setara dengan jumlah emisi yang dihasilkan oleh 4.061 penumpang dalam penerbangan dari London (Inggris) ke Wellington (Selandia Baru). Estimasi emisi ini sekitar empat ton karbondioksida per orang.

Baca Juga: Kewajiban Bayar Royalti Bagi Kreator NFT di OpenSea akan Dihapus!

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anggita Hutami

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.