Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Investor Bitcoin dengan Metode Dollar-Cost Average Sejak 2017 Dapat Return 61,8%

Wafa Hasnaghina     Sunday, August 9 2020

Menurut peneliti di Coin Metrcis, para investor yang membeli Bitcoin dengan metode Dollar-Cost Average pada 2017 silam, setelah harga turun secara signifikan setelah penetapan nilai all-time-high di $20.000 sekarang ini akan memiliki return sebesar 61,8%.

Coin Metrics mengatakan:

“Meskipun Bitcoin masih diperdagangkan 30% di bawah harga ATH, rata-rata biaya dolar dari puncak pasar pada Desember 2017 akan menghasilkan [sic] 61,8%, atau 20,1% per tahun. Demikian pula untuk Ethereum (meski masih turun 71% dari puncaknya), rata-rata biaya dolar dari Januari 2018 akan menghasilkan 87,6%, atau 27,9% per tahun. ”

Baca juga: Laporan Terbaru Tunjukkan Investor Mulai Berburu Bitcoin

Data Menunjukkan Ketahanan Bitcoin

Pada masa awal Bitcoin, banyak yang meragukan keberlangsungan aset Bitcoin ini. Ada yang menjaga jarak dari kelas aset baru ini, tetapi ada juga perusahaan-perusahaan yang sangat optimis terhadap mata uang crypto ini.

Seiring waktu, karena harga Bitcoin telah pulih dengan kuat dari koreksi ekstremnya di $3.150 dan $3.600, sentimen investor mulai berubah. Pada bulan Juni, JPMorgan, yang CEO-nya secara terbuka mengkritik Bitcoin pada tahun 2018, mengatakan mata uang crypto teratas ini tetap memiliki kekuatan.

Tim ahli strategi JPMorgan yang dipimpin oleh Joshua Younger dan Nikolaos Panigirtzoglo juga menekankan bahwa jatuhnya harga pada bulan Maret lalu menunjukkan umur panjang dari Bitcoin. Kedua analis tersebut mengatakan:

“Itu menunjukkan bahwa ada sedikit bukti dinamika yang dijalankan, atau bahkan kualitas material yang meningkat di antara mata uang crypto, bahkan selama krisis di bulan Maret.”

Seperti yang dikatakan investor miliarder dan legenda hedge fund Paul Tudor Jones, Bitcoin menguat, setiap harinya ia bertahan. Dibandingkan dengan kelas aset lainnya, BTC masih tergolong muda, yang membuatnya menarik bagi investor.

Umur panjang, daya tahan, dan ketahanan Bitcoin memungkinkan aset digital ini pulih cukup cepat dari jatuhnya harga secara ekstrem pada beberapa tahun silam. Siklus high peaks dan extremely low bottoms ini membuat metode cost-averaging merupakan metode yang cukup menguntungkan dalam mendapatkan eksposur Bitcoin.

Harga Realized Mencapai $6.000

Data tersebut juga menunjukkan bahwa tren harga Bitcoin sebagian besar bersifat siklis, fitur tambahan yang membuat rata-rata biaya menjadi lebih efektif. Laporan Coin Metrics ini juga bertepatan dengan harga Realized Bitcoin yang melampaui $6.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Batas atau harga Realized ini digunakan untuk menemukan harga yang dibeli setiap investor Bitcoin secara historis. Glassnode mendeskripsikan matrik sebagai berikut:

“Kapitalisasi Realized menilai bagian-bagian berbeda dari persediaan dengan harga yang berbeda (di samping menggunakan penutupan harian saat ini). Secara khusus, ini dihitung dengan menilai setiap UTXO berdasarkan harga saat terakhir dipindahkan. “

Harga Realized Bitcoin yang mencapai rekor tertinggi menunjukkan bahwa jumlah alamat yang membeli BTC dengan harga lebih tinggi meningkat. Ini menandakan banyak investor baru masuk saat harga BTC naik.

Metrik on-chain menunjukkan bahwa momentum Bitcoin menguat saat modal baru tiba. Investor baru dengan strategi jangka panjang merasa metode dollar-cost-average ini jika digunakan pada Bitcoin akan menghasilkan return yang sangat menarik.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini