Ini Prediksi Teratas untuk Blockchain di 2020!

Anisa Giovanny

29th December, 2019

Perkembangan blockchain di 2020 patut dinanti. Akan sebanyak dan seperti apa kemajuan atau adopsi teknologi blockchain diberbagai negara atau bidang industri.

Tahun depan bisa ditandai dengan jaringan teknologi yang akan semakin matang dan industri blockchain yang semakin kompetitif dan bersinergi satu sama lain.

Berikut ini ada prediksi blockchain yang patut dinantikan di tahun 2020!

Game akan Menjadi Area Aplikasi Break-out

Tahun depan platform game akan memilki platform yang lebih bagus, lebih mudah digunakan untuk aset digital. Platform game bisa menjadi alat penyimpanan dan distribusi aset digital yang dapat digunakan oleh para gamer.

Ini akan dipercepat oleh kemampuan gamer untuk mendapatkan kredit yang dapat digunakan mungkin di seluruh gim dengan menyewakan hardware GPU dan CPU menjalankan tugas komputasi dan rendering.

Telegram

Telegram adalah aplikasi pengirim pesan yang sudah digunakan oleh lebih dari 200 juta. Aplikasi ini telah menjadi pengadopsi awal proyek kripto. ia juga menjadi penawaran koin awal (ICO) terbesar kedua di tahun 2018.

Tahun 2020 kegunaan blockchain di telegram akan mendapatkan dampak nyata bersama dengan Klatyn (KakaoTalk), Link Network (LINE) , TON (Telegram), Mobilecoin (Signal) dan Libra sans stablecoin (Facebook).

Baca juga : Telegram Luncurkan Token Ton Untuk Investor Ritel

Corda Memimpin Pasar di Blockchain Khusus Perusahaan

R3 Corda terus membuat terobosan dalam  industri energi dan teekomunikasi. Layanan yang mereka sediakan ramah pengguna seperti pelatihan, layanan pelanggan, dan program sertifikasi.

Hal tersebut akan menjadikan Corda berbeda dengan yang lain. Corda akan mendorong lebih banyak penggunaan yang pada gilirannya akan membuat pengembang membangun platform. Mungkin tahun 2020 akan lebih banyak yang menggunakan Corda dibandingkan membangun aplikasi DeFi di Ethereum

Cina Gunakan Mata Uang Digital

Pada tahun 2019, pembicaraan Beijing tentang digital yuan membuat negara Cina menjadi salah satu pionir yang akan menerbitkan mata uang digitalnya sendiri.

Tahun 2020 Cina juga bersiap untuk menguji coba Mata Uang Digital Bank Sentral di dua kota. Pembayaran Mata Uang Digital Cina (DCEP) diluncurkan dengan lisensi yang diberikan sebagai alat tukar di platform besar seperti Alibaba, Baidu, dan Tencent.

Mata Uang Digital Bank Sentral  ini dapat memenuhi tujuan kebijakan publik, seperti inklusi keuangan,  keamanan serta perlindungan konsumen.

Baca juga : Cina Uji Coba Pembayaran Mata Uang Digital di Dua Kota

Eropa Gunakan Blockchain Diberbagai Proyek

Tahun depan diprediksi Eropa akan menggunakan Blockchain diberbagai proyek khususnya pada jaringan tokenized. Namun adopsi blockchain di Eropa harus dilihat sejauh mana Brexit, London. Karena selama ini mereka menjadi bagian dari narasi dan merupakan kota paling populer kedua di dunia untuk pembiayaan blockchain tahap awal.

Adopsi blockchain di Eropa juga sebagian besar di dorong oleh tekad Uni Eropa untuk melepaskan diri dari dominasi dan monopoli AS, atas internet selama beberapa dekade ini terutama soal data dan stabilitas keuangan.

Baca juga : Kemitraan Blockchain Eropa akan Dipimpin Italia, Swedia dan Ceko

Blockchain Tersebar Baik di Timur atau Barat

Tidak cuma dunia barat yang terkenal dengan kecanggihan teknologi blockchainnya. Kini di dunia timur yakni Asia teknologi tersebut juga makin berkembang dan dikenal.

Salah satu pionirnya adalah Cina yang secara formal mengejar jalur blockchain, penambangan Bitcoin dan beberapa jaringan POS seperti EOS. Beberapa hal tersebut dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan Cina.

Selain itu, Negeri Panda itu juga  merupakan tempat untuk berbagai exchange terkenal di dunia. Kemungkinan di Asia kita akan melihat periode Web 2.5 atau bentuk Web 3.0 yang sama sekali berbeda. Hasilnya akan mengarah pada persaingan teknologi serta dominasi finansial.

Token “Zombie” akan Dibersihkan

Exchange akan dipaksa untuk profesional, ‘token zombie’ akan dihapuskan secara agresif dan investor secara bertahap akan berbondong-bondong lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas. Gagasan proyek bernilai $100 juta tanpa kecocokan pasar bisa membuat produk hilang.

Valuasi tidak bisa lagi dipertahankan hanya dengan visi dan ide. 2020 nanti semua adalah tentang transaksi dan penggunaan. Dan tidak hanya pers rilis kemitraan, rilis beta, dan putaran pendanaan.

Bitcoin akan Mendapatkan Aplikasi

Tahun depan Bitcoin akan mengalami Halving, selain itu Bitcoin diduga akan beralih dari sekadar ‘store-of-value’ menjadi platform keuangan terbuka dengan banyak penyedia layanan yang aman dan terpercaya di pasar.

Ini akan menarik perhatian industri dan media, karena itu harga Bitcoin bisa jadi lebih populer. Pertumbuhan Lapps (Lightning Apps) dan penahan data yang lebih luas akan menjadi sinyal fundamental kuat bagi pengembangan fee market dan kelangsungan jangka panjang Bitcoin.

Ethereum 2.0

Ethereum sejak aktivasinya pad atahun 2015 telah beroperasi dengan skema keamanan yang sama dengan Bitcoin.  Pada awal 2020, pengembang Ethereum berharap bisa merombak desain ini dengan desain yang baru disebut dengan “proof-of-stake”.

Ethereum juga akan  memanfaatkan lego DeFi yang tersedia. Dengan pengembangan MAST / Taproot pada jaringan Bitcoin serta masuknya platform  smart contract baru yang mencapai mainnet pada tahun 2020, Ethereum kemungkinan akan terus mendapatkan pengembang yang stabil dan tersebar di banyak platform.

Melimpahnya Platform Smart Contract Baru

Tahun 2020 platform smart contract akan banyak bermunculan dengan banyak berfokus pada pengembang dan akuisisi pelanggan. Pengembang umum akan menjadi lebih akrab dengan platform berbasis blockchain, saat ini diperkirakan kurang dari 1% dari populasi pengembang global, tetapi pada tahun 2020, bisa jadi lebih banyak pasokan daripada permintaan.

50%-75% Token yang Terdaftar Secara Publik akan Dihapuskan

Token yang diperdagangkan di publik kemugkinan akan berhenti dipasarkan. Diperkirakan akan ada 50% dan 75% yang dihilangkan. Dari 2.345 token aktif diperdagangkan hari ini di tahun 2020 nanti hanya akan ada > 1.000 token pada akhir tahun depan, dan ini bisa berubah menjadi kurang dari 500 token jika Binance memutuskan untuk uji coba delisting. Token baru yang datang ke pasar akan sedikit dan jauh lebih matang.

Itu dia beberapa prediksi blockchain dan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi tersebut. Kita masih harus menunggu apakah hal-hal yang tertulis di artikel ini akan menjadi kenyataan di tahun 2020  dan bisa memberikan efek positif bagi perkembangan teknologi blockchain dan dunia cryptocurrency.

Sumber

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency