Ingin Tingkatkan PDB, Negara Ini Menjadikan Blockchain Sebagai Ujung Tombak

febrian surya

10th November, 2020

Perkembangan blockchain di kawasan Afrika dalam beberapa tahun terakhir memang terpusat hanya di beberapa negara saja. Salah satunya yakni Nigeria, yang menjadi satu dari sekian banyak negara Afrika teraktif dalam sektor blockchain.

Saat ini, negara-negara Afrika memang sedang ngencar-ngencarnya menggalakkan revolusi ekonomi dengan disokong dengan teknologi. Di Nigeria, blockchain sudah akrab dengan generasi muda dan pengusaha di sana. Di mana, mata uang digital banyak ditransaksikan di Nigeria.

Menurut Direktur Jenderal Badan Pengembangan Teknologi Informasi Nasional Nigeria (NITDA), mengatakan bahwa Nigeria mengharapkan adanya potensi pendapatan sekitar $6 miliar hingga $10 miliar dari teknologi blockchain dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Hal ini diumumkan oleh Direktur NITDA, Ashifu Inuwa, dalam sebuah pertemuan pemangku kepentingan di ibu kota Nigeria Abuja pada 5 November untuk meninjau Kerangka Strategi Adopsi Blockchain Nasional. Rancangan strategi ini pertama kali dirilis pada bulan Oktober, yang menyatakan bahwa blockchain dan DLT akan “memfasilitasi perkembangan ekonomi digital Nigeria.”

“Melihat potensi dari populasi anak muda kami yang sudah mulai melek digital dan dengan posisi kami di Afrika. Kami melihat bagaimana kami bisa memperoleh setidaknya sekitar $6 miliar hingga $10 miliar pada tahun 2030.”

Blokcchain akan memanikan peranan kunci dalam hal pembuatan, penelusuran produk dan layanan.”

Anggapan bahwa blockchain itu bisa meningkatkan PDB di suatu negara. Dikutip oleh Inuwa dari sebuah studi penelitian oleh PricewaterhouseCoopers di bulan Oktober. Dalam penelitian ini, studi mengungkapkan bahwa penggunaan blockchain untuk berbagai kasus berpotensi untuk menambah $1,76 triliun ke PDB dalam 10 tahun ke depan, menjadikannya 1,4% dari PDB global pada tahun 2030.

Sehingga, Inuwa menyatakan bahwa Nigeria dapat menggabungkan teknologi melalui layanan provinsi, layanan pembayaran, identitas digital, keterlibatan pelanggan, dan kontrak serta aplikasi penyelesaian sengketa.

Di Afrika, Nigeria menjadi negara yang berada di garis terdepan untuk crypto dan blockchain. Berdasarkan laporan Arcane Research di bulan Mei, Nigeria menjadi negara Afrika kedua tertinggi yang memiliki cryptocurrency di antara pengguna internet di Afrika sebesar 11%. Selain itu, rencana adopsi blockchain nasional di negara tersebut juga sudah mendapatkan dukungan dan regulasi. Di mana, Komisi Sekuritas dan Bursa di Nigeria telah menetapkan bahwa aset digital memiliki payung hukum yang jelas.

Namun, baru-baru ini  cryptocurrency di Nigeria mendapatkan sorotan. Karena donasi crypto yang dikumpulkan digunakan oleh sekelompok gerakan sosial untuk mendanai aksi protes. Donasi ini digunakan untuk mendanai masa yang protes kepada kebrutalan polisi di negara tersebut dan menyerukan agar SARS dibubarkan.

Sumber