Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 7 min read

Harga Bitcoin (BTC) sempat menyentuh harga tertinggi di tahun ini, yakni US$57.250 pada 27 Februari 2024 pukul 09.00 WIB. Dalam 24 jam terakhir, BTC telah mengalami kenaikan hampir +9%, yang membuat pasar kripto futures mengalami likuidasi sebesar US$380 juta atau sekitar Rp6 triliun.
Berdasarkan data dari Coinglass, tercatat jumlah likuidasi sebesar US$380 juta (Rp6 triliun) pada posisi futures dalam 24 jam terakhir. Dari semua posisi terlikuidasi, sebanyak 71,35% (US$271 juta) posisi SHORT terlikuidasi. Sementara 28,65% (US$109 juta) posisi LONG terlikuidasi.
Dilihat dari rasio posisi SHORT yang terlikuidasi lebih dari dua kali lipat posisi LONG, mengindikasikan bahwa mayoritas trader berharap adanya koreksi ketika BTC berhasil menembus area US$55.000 pada Senin kemarin (26/2/24). Akan tetapi, respons market berkata sebaliknya dan BTC justru mengalami kenaikan ke level harga US$57.000

Berdasarkan pasang perdagangan, posisi BTC memakan banyak korban dengan jumlah likuidasi mencapai US$190,2 juta dalam 24 jam terakhir. Di tempat kedua ada ETH dengan jumlah likuidasi sebesar US$67,97 juta.
Baca juga: 7 Fakta Bitcoin dari Sudut Pandang Satoshi Nakamoto
Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan +8,74% dalam 24 jam terakhir dan naik +7,64% dalam sepekan terakhir. Persentase kenaikan yang mirip antar kedua periode waktu ini menjelaskan bahwa harga BTC naik secara tiba-tiba dalam sehari, sementara pergerakan sideways enam hari sebelumnya.

Dari grafik harga BTC, terlihat bahwa indikator RSI telah menyentuh angka 82 yang menandakan Bitcoin mengalami tingkat pembelian yang ekstrim (overbought). Selain itu, grafik harga dan RSI membentuk RSI divergence dimana indikator RSI menurun tetapi harga justru naik. RSI divergence tipe ini umumnya memicu koreksi harga dalam waktu dekat.

Namun mengingat bahwa tren harga Bitcoin yang sedang naik, bukan tidak mungkin BTC akan membentuk harga tertinggi baru terlebih dulu sebelum koreksi. Harga US$58.500 adalah target selanjutnya jika tren bullish masih mendukung. Area harga US$51.000 – US$52.000 adalah area support ideal bagi BTC jika koreksi terjadi.
Baca juga: Harga Bitcoin ke US$57 Ribu, Level Tertinggi Sejak November 2021
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.