Sulitnya Mining Filecoin, Harga Token FIL Turun Hingga 50%

Anisa Giovanny

19th October, 2020

Proyek Filecoin yang sangat dinanti-nantikan itu akhirnya rilis pada akhir minggu lalu.   Jaringan Filecoin sekarang telah memasuki periode pemantauan pasca peluncuran dan tim terus memastikan agar pengoperasian berjalan lancar.

Filecoin menggunakan teknologi InterPlanetary File System (IPFS) yang memungkinkan pengguna menyewa ruang hard drive yang tidak terpakai untuk penyimpanan dan menawarkan konten mereka sendiri untuk menghosting

Baca juga: Filecoin Layanan Penyimpanan Data yang Aman dan Terdesentralisasi

Ketidakpuasan Miners Filecoin

Anggota komunitas crypto populer dan investor Bitcoin ‘WhalePanda’ (@WhalePanda) me-retweet utas yang menyelidiki mekanisme penambangan.

Thread tersebut mengungkapkan ketidakpuasan komunitas pertambangan, sebab dalam 24 jam setelah peluncuran  mayoritas penambang sudah melakukan pemogokan dan membicarakan tentang wedding dan fork yang gagal.

Dijelaskan bahwa kompleksitas blockchain Filecoin membutuhkan beberapa perangkat keras yang mahal dengan banyak memori seharga antara $ 20.000 dan $40.000 untuk menambangnya.  Selain itu para penambang harus mempertaruhkan sejumlah besar token FIL sebagai “jaminan” untuk memulai operasi penambangan mereka.

Meskipun Filecoin menggunakan agunan sebagai leverage untuk memastikan penambang memberikan layanan mereka sepenuhnya sesuai dengan kontrak pengguna, ini menciptakan situasi di mana penambang tidak bisa memulai penambangan karena tidak punya token FIL.  

Tim Filecoin Tanggapi Kesulitan Miners

Ada dua cara untuk mendapatkan lebih banyak pertama penambang bisa mendapatkan hadiah token dan meletakkannya sebagai jaminan. Tetapi Filecoin merilis hadiah tersebut selama enam bulan setelah miners berhasil membangun satu blok. Akibatnya, para penambang menerima sangat sedikit token di awal. Penambang juga dapat membeli token FIL dari bursa. Namun, ini menjadi langkah yang sangat mahal dan berisiko. Banyak pihak yang menilai FIL saat ini dinilai terlalu tinggi dan mungkin ada biaya transaksi yang lumayan.

Baca juga: Apa Itu Token FILT2 dan Manfaatnya?

Harga token FIL berfluktuasi secara liar pada hari pembukaannya, melonjak menjadi $100 sebelum turun ke angka $60-an. Kemudian anjlok lagi hingga 50% hampir meyentuh $30 dan masih banyak investor yang beranggapan jika itu terlalu mahal.

“Semua penambang  telah berhenti sejak mainnet dipublikasikan. Ini bukan semacam protes tetapi kami harus menutup mereka karena kami benar-benar tidak memiliki token sebagai jaminan untuk menambang,” kata CEO ST Cloud Chuhang Lai dilansir dari Coindesk.

Menanggapi kekhawatiran penambang, Filecoin pun telah memutuskan untuk merilis 25% hadiah token  lebih awal setelah penambang membangun blok di blockchain.

“Revisi tersebut dapat memungkinkan 80% dari kapasitas penambangan kami,” kata Xiaoming Zhan, CEO di IPSFMain.

Para penambang telah mengeluh tentang model ekonomi penambangan Filecoin jauh sebelum peluncuran mainnet dan menyarankan agar mereka menyelesaikan proyek tersebut. China telah menjadi salah satu pasar untuk Filecoin karena mekanisme penambangannya yang unik sejak proyek tersebut mengumpulkan lebih dari $200 juta dalam ICO-nya tiga tahun lalu.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency