Harga Bitcoin Diprediksi Reli ke $32.000 di 2023

Ary Palguna

5th December, 2022

Bitcoin berhasil bertahan di atas $17.000 setelah Dollar AS kembali menunjukan penurunan nilai terlihat dari indeks dollar DXY yang kembali mencatatkan nilai terendahnya terhitung semenjak awal November 2022.

Per 5 Desember 2022, 1 USD setara dengan Rp15.440 yang dimana pada bulan lalu sempat menyentuh Rp15.740 per USD.

Indeks DXY secara garis besar memiliki korelasi negatif dengan harga Bitcoin dimana ketika DXY mengalami penurunan, harga Bitcoin cenderung menguat.

Per 5 Desember 2022 pukul 18.23 WIB, Bitcoin diperdagangkan pada harga $17,316.06 , mengalami kenaikan +6,85% dalam sepekan terakhir.

Bitcoin Ada Potensi Reli di 2023

Jika dilihat dari timframe tinggi yakni 1 hari, Bitcoin terlihat dalam tren turun, tetapi jika dibandingkan dengan pergerakan pada bear market 2018 setelah bullrun 2017, Bitcoin mengalami sideway hingga bulan Maret dan kemudian tren berbalik menjadi tren naik.

Kemudian harga Bitcoin di tanggal yang sama yakni 5 Desember 2018 dibandingkan harga teringgi Bitcoin pada 2017 mengalami penurunan -81,3%. Sementara per 5 Desember 2022, Bitcoin mengalami penurunan -75,0% dibandingkan harga tertingginya pada tahun 2021.

Baca juga: Harga Bitcoin Sentuh $17.000, FTM dan DOGE Naik Signifikan

Jika mempertimbangkan pola harga sebelumnya, kemungkinan besar nilai terendah Bitcoin sudah dekat dan bersiap untuk membalik tren di tahun berikutnya.

bitcoin
Gambar: Grafik harga Bitcoin pada 2017 – 2018
Gambar: Grafik harga Bitcoin pada 2021 – 2022

Kesamaan lainnya pada bull-bear market sebelumnya adalah biaya mining (mining cost) yakni biaya operasional yang dikeluarkan miners untuk menambang bitcoin.

Dilansir dari MacroMicro, per 5 Desember 2022 sudah di atas harga Bitcoin saat ini yakni biaya rata-rata sebesar $20.315 per harga Bitcoin $17.314.

Ternyata kejadian ini juga terjadi pada tanggal yang sama di tahun 2018 dimana mining cost saat itu adalah $4.395 sedangkan harga Bitcoin saat itu adalah $3.753.

Ketika mining cost lebih besar daripada harga Bitcoin, maka miners mengalami kerugian dan cenderung keluar dari jaringan Bitcoin. Biasanya setelah hal ini terjadi, harga Bitcoin akan mengalami peningkatan dan miners akan profitable kembali.

Gambar: Grafik mining cost vs. harga Bitcoin

Dari pertimbangan di atas, maka kemungkinan terjadinya rebound Bitcoin pada 2023 cukup besar dan kemungkinan terjadi setelah Maret 2023.

Gambar: Grafik harga Bitcoin dengan Fibonacci timeframe 1 hari

Berdasarkan Fibonacci Retracement pada timeframe 1 hari, terbentuk kemungkinan harga terendah Bitcoin yakni pada $11.570. Jika skenario mirip dengan bull-bear market sebelumnya, maka Bitcoin akan mengalami rally harga ke $24.420 dan mencapai puncak rally di harga sekitar $32.000.

Baca juga: CEO Ark Invest Prediksi Bitcoin 1 Juta US Dollar di 2030!


Disclaimer

Artikel ini hanya bentuk riset dan pertimbangan dalam trading. Kejadian historis masa lalu hanya dirujuk sebagai pertimbangan untuk membangun riset dan tidak ada jaminan untuk terulang kembali di masa mendatang.

Ary Palguna

Lulusan Matematika ITB yang menggemari kripto sejak 2017. Sedang fokus dalam riset ekonomi makro dan kripto beserta teknologinya.

Lulusan Matematika ITB yang menggemari kripto sejak 2017. Sedang fokus dalam riset ekonomi makro dan kripto beserta teknologinya.