Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Harga Bitcoin, Dari Buruk Bisa Menjadi Lebih Buruk

Aulia Medina     Friday, December 14 2018

Hal yang paling menarik perhatian tentang Bitcoin adalah nilai penyimpanan potensialnya. Namun, salah seorang analis, Stephen Innes, kepala perdagangan Asia Pasifik di Oanda, sebuah perusahaan Forex yang berbasis di New York, percaya bahwa mata uang digital terkemuka di dunia sekarang itu akan segera jatuh nilainya karena belum bisa menunjukan “penggunaannya yang signifikan”. Hypenya Bitcoin saat ini, menurut Innes, adalah hal yang konyol.

Bear Market Crypto

Sejak harganya melambung tinggi sepanjang waktu sekitaran $19.500, bitcoin telah jatuh lebih dari 80% tahun ini. Sejak pertengahan November sendiri, mata uang digital ini telah mencatat penurunan 48,5% karena faktor kripto makroekonomi tertentu. Baru-baru ini bahkan nilai terendah tahunannya sekitar $3,200,83,5% lebih rendah.

“Ini telah menjadi tahun yang penuh bencana untuk cryptos,” Innes menjelaskan, “Dan dengan segala indikasi, Bear Market saat ini bisa berubah dari buruk menjadi lebih buruk tanpa alasan mendasar untuk membeli Bitcoin.”

Baca Juga: Momen-Momen Bangkit dan Jatuhnya Bitcoin

Mata uang digital ini pada tahun 2008 menempatkan dirinya sebagai sistem pembayaran alternatif. Benar, bitcoin jauh lebih cepat, lebih murah dan benar-benar terdesentralisasi daripada dengan mata uang sejenis lainnya. Bitcoin lebih dari sekedar mekanisme pembayaran. Bagi beberapa orang, itu adalah aset yang dapat diperdagangkan; dan bagi sebagian orang lain,. Karakteristik bitcoin berubah bagi setiap penggunanya, tergantung mereka menilai Bitcoin untuk apa dan seperti apa. Namun, dalam konteks yang lebih luas, mata uang digital tetap menjadi teknologi multifaset.

Seandainya bitcoin lebih tidak stabil daripada biasanya, mata uang digital ini bisa mendapatkan lebih banyak kepercayaan sebagai media pembayaran, lebih dari itu sebagai nilai aset yang menjanjikan dibandingkan emas. Pada tahun 1971, ketika pemerintah Presiden Nixon menggulingkan Emas dari standar nilai global dan menggantinya dengan Dolar AS, cadangan fiat yang kuat dengan pasokan yang tak terbatas, komoditi tersebut mengalami periode volatilitas yang sangat besar. Pada tahun 1974, emas batangan naik 73% terhadap Dolar AS tetapi kehilangan 25% dari keuntungannya di tahun berikutnya. Contoh lain berkaca pada tahun 1981 ketika emas kehilangan 33% nilainya. Yang mereka inginkan sebenarnya adalah nilai Bitcoin tetap stabil, tidak turun jauh drastis.