Berita Bitcoin · 6 min read

Harga Bitcoin Alami Volatilitas Tinggi, Rp12 Triliun Terlikuidasi

Kamis, 29 Februari 2024
Koreksi Harga Bitcoin
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Bitcoin berhasil menyentuh harga US$64.000, namun terdapat penurunan harga signifikan secara tiba-tiba ke US$57.300. Hal ini menyebabkan likuidasi yang brutal di pasar futures.


Berdasarkan data Coinglass, terdapat sebesar US$776 juta atau sekitar Rp12 triliun posisi terlikuidasi pada pasar futures kripto dalam 24 jam terakhir. Menariknya, kedua jenis posisi yakni LONG dan SHORT memiliki porsi yang hampir sama dalam menyumbang jumlah likuidasi.

Gambar: Peta likuidasi pasar futures kripto. Sumber: Coinglass

Posisi SHORT menyumbang 55,46% (US$431 juta) dari total likuidasi, sementara posisi LONG menyumbang 44,54% (US$345 juta). Likuidasi yang hampir seimbang di kedua jenis posisi menunjukkan bahwa pergerakan harga terdapat wick (candlestick dengan garis panjang) akibat volatilitas harga yang ekstrim.

Pasang perdagangan BTC memakan korban terbesar dengan likuidasi sebesar US$297,63 juta. ETH berada di tempat kedua dengan likuidasi sebesar US$126,52 juta.

Koreksinya harga Bitcoin setelah menyentuh harga US$64.000 secara kebetulan berbarengan dengan munculnya keluhan para pengguna Coinbase. Beberapa pengguna melaporkan bahwa mereka tidak dapat melihat saldo aset pada aplikasi.

Pihak Coinbase menyatakan telah bekerja untuk menyelesaikan isu ini dan aplikasi Coinbase telah berjalan normal kembali.

Kejadian ini mungkin bisa diatribusikan pada koreksi harga Bitcoin yang terjadi. Harga Bitcoin sempat koreksi dari US$64.000 menjadi US$57.300, turun -10,5% kurang dari satu jam. Per artikel ini ditulis (29/2/24), BTC kembali diperdagangkan US$63.000.

Baca juga: Imbas Harga Bitcoin Reli, Rp6 Triliun Posisi Futures Kripto Terlikuidasi

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Ary Palguna

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.