Berita Altcoins · 7 min read

Hamster Kombat Kehilangan Jutaan Pemain, Token Anjlok -77%

Hamster Kombat Ambruk
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025

Hamster Kombat, permainan tap-to-earn yang sempat viral di Telegram dengan jumlah pemain mencapai 300 juta, kini tengah menghadapi masalah besar. Dalam waktu tiga bulan saja, game ini kehilangan 259 juta pemain, membuat jumlah pemain aktif bulanannya kini hanya tersisa sekitar 41 juta.

Aktivitas dan Harga Token Hamster Kombat Anjlok

Awalnya, Hamster Kombat dianggap sebagai salah satu inovasi mini-app Telegram yang paling cepat berkembang di dunia, bahkan dipuji oleh CEO Telegram sebagai bagian dari era baru mini-app yang mampu membawa teknologi blockchain ke masyarakat luas.

Dengan model tap-to-earn Hamster Kombat sempat menarik perhatian besar karena memberikan peluang bagi pemain untuk mendapatkan token HMSTR hanya dengan bermain. Namun, janji-janji ini tidak cukup untuk menjaga antusiasme para pemain dalam jangka panjang.

Penurunan drastis ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kritik atas kualitas visual yang dianggap kurang profesional karena menggunakan seni AI yang terkesan hanya sekadar saja. Gameplay-nya yang monoton dan berulang juga menjadi keluhan utama, membuat banyak pemain merasa bosan dan akhirnya meninggalkan game ini.

hamster kombat monthly users
Gambar: Diagram pemain aktif bulanan Hamster Kombat. Sumber: Protos.

Tercatat bahwa Hamster Kombat kini hanya memiliki sekitar 40 juta pemain aktif, dengan kehilangan sekitar 260 juta pemain dalam waktu tiga bulan terakhir.

HMSTR price
Gambar: Grafik harga token HMSTR. Sumber: CoinGecko.

Dari sisi harga token, HMSTR menunjukkan penurunan harga yang konsisten sejak awal peluncurannya. Awalnya token ini di-listing dengan harga awal sekitar US$0,0099, dan telah mengalami penurunan -77% ke harga US$0,0023 per artikel ini ditulis (5/11/24).

Baca juga: Harga Hamster Kombat (HMSTR) Ambruk 29% Pasca Listing di Exchange Kripto

Beberapa Kontroversi Hamster Kombat

Tak hanya soal gameplay, Hamster Kombat juga menghadapi sejumlah kontroversi. Di Nigeria, media lokal melaporkan bahwa banyak pemain merasa tertipu setelah mengikuti program airdrop token yang dijanjikan. Meskipun telah berbulan-bulan bermain untuk mengumpulkan token HMSTR, sebagian besar pengguna hanya bisa menjual token tersebut dengan nilai yang sangat rendah.

Kontroversi ini diperburuk oleh seringnya penundaan dalam program airdrop, yang membuat banyak pemain semakin kecewa. Selain itu, sistem anti-cheat yang diterapkan oleh Hamster Kombat justru berdampak buruk bagi banyak pengguna. Sebanyak 2,3 juta akun dilaporkan diblokir secara sepihak, dan sekitar 6,8 miliar token HMSTR disita dari para pengguna, yang membuat banyak pemain merasa diperlakukan tidak adil.

Dampak dari game ini bahkan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerintah. Di Iran, seorang pejabat tinggi militer menyatakan bahwa Hamster Kombat digunakan sebagai media untuk mengalihkan perhatian pemilih dari pemilu yang sedang berlangsung. Sementara itu, ketua Komite Duma Negara Rusia menyerukan pelarangan game ini dengan alasan bahwa game tersebut adalah bentuk penipuan.

Masalah lain muncul pada 12 Oktober 2024, ketika Hamster Kombat merilis pernyataan untuk menjaga jarak dari Gotbit, sebuah perusahaan yang baru-baru ini dikenai dakwaan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat. Gotbit dituduh melakukan manipulasi pasar sebagai sebuah jasa, yang semakin memperburuk citra Hamster Kombat di mata publik.

Di tengah sederet tantangan dan kontroversi ini, Hamster Kombat menghadapi jalan terjal untuk mengembalikan kepercayaan para pemain. Kehilangan sebagian besar pemainnya dan penurunan nilai token secara drastis menjadi pelajaran bagi game berbasis kripto lainnya, bahwa sekadar hype tidak cukup untuk mempertahankan loyalitas pemain.

Baca juga: Hamster Kombat Rilis Roadmap Baru, Siap Ekspansi di Luar Telegram

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Ary Palguna

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.