Ground X Raih $90 Juta Dalam Penjualan Token Privat

By Aulia Medina     Friday, March 15 2019

Ground X, anak perusahaan blockchain dari aplikasi tukar pesan asal Korea Selatan, Kakao, telah meraih $90 juta dalam penawaran koin privat.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh Bloomberg, CEO Ground X, Jason Han mengatakan bahwa IDG Captital, Cresendo Equity Partner and Translink Capital telah ikut berpartisipasi. Firma tersebut juga dilaporkan berencana untuk meningkatkan “jumlah yang sama” dalam ronda lain dimulai Rabu, sebelum peluncuran platform blockchainnya pada bulan Juni.

Kakao pertama mengungkapkan rencananya untuk mempersiapkan anak perusahaan di bulan Maret 2018, segera setelah mengkonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan Ground X untuk mengembangkan platform yang diberdayakan blockchain sebagai dasar untuk pengembang aplikasi. Top eksekutif Kakao mengatakan bahwa saat itu rencananya adalah untuk mengintegrasikan layanan berbasis blockchain di masa depan dengan penawaran internet Kakao yang ada, seperti aplikasi tukar pesan Kakao Talk.

Baca juga: Film ‘Crypto’ Apakah Hanya Akan Menyebarkan FUD?

Ground X meluncurkan sebuah jaringan uji (atau tesnet) untuk kelayakan jaringan blockchain yang disebut dengan Klaytn di musim gugur lalu. Han mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka telah bermitra dengan 26 perusahaan yang bertujuan untuk mengelola aplikasi di Klaytn. Ini termasuk pengembang game Korea Selatan, Wemade dan platform streaming video, Watcha, serta unit agen perjalanan Tiongkok, Zanadu

Anak perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa mereka akan bekerja dengan Seoul Digital Foundation, sebuah organisasi yang diciptakan oleh Seoul Metropolitan Government, untuk mengembangkan proyek blockchain yang berfokus pada layanan umum dan sosial.

Ground X dapat disimpulkan sebagai “desentralisasi parsial atau bertahap,” Han mengatakan kepada Coindesk Korea tahun lalu, menambahkan bahwa beberapa layanan Kakao dapat didesentralisasi.

Dia menambahkan:

“Ekonomi token adalah sebuah model bisnis yang tak ada seorangpun dapat membayangkannya. Sampai sekarang, Kakao baru dioperasikan di korea, tetapi melalui blockchain kami dapat memperluasnya ke pasar global, Itu berarti mengambil porsi dari keuntungan yang kami dapatkan sebagai perantara dan menggunakannya untuk memperluas pasar kami dengan membagikannya kepada pengguna.”

Sumber