Grayscale Raup Rp4 Triliun Setelah Luncurkan Iklan Kripto di TV

Wafa Hasnaghina

18th August, 2020

Perusahaan investasi Crypto Grayscale mengalami keuntungan besar setelah kampanye iklan TV terbaru terkait dengan mata uang crypto. CEO Barry Silbert menyatakan lewat cuitan di Twitternya pada hari Jumat, 14 Agustus lalu bahwa Grayscale berhasil meraup dana sebesar $217 juta atau setara Rp14 Triliun hanya dalam satu minggu.

Ledakan pasar ini juga terjadi setelah Grayscale mulai menyiarkan iklannya terkait dengan evolusi uang menuju era mata uang digital, satu hari setelah perusahaan investasi kripto saingannya Galaxy Digital menerbitkan iklan satu halaman penuh pada Financial Times yang mengkampanyekan “Sekaranglah waktunya berinvestasi dengan Bitcoin”.

https://twitter.com/barrysilbert/status/1293882537492840449

Iklan pada Saluran Bisnis Televisi Besar

Keberhasilan Grayscale ini juga menunjukan adanya perlombaan terkait dengan mencari sebanyak-banyak investor kripto di pasaran. Terlebih, iklan ini mencakup wilayah yang luas dengan menggaet saluran Bisnis di TV terkenal seperti CNBC, MSNBC, FOX, dan FOX Business. 

Baca juga: Grayscale Investment Luncurkan Iklan Crypto di CNBC, MSNBC, FOX, dan FOX Business

Grayscale sendiri didirikan pada 2013 oleh perusahaan VC Digital Currency Shop dalam membantu investor institusional masuk ke pasar mata uang kripto ini. Perusahaan ini sendiri mengelola aset Bitcoin, Ethereum, dan mata uang kripto lainnya.

Ethereum sebagai Aset Terbesar di Grayscale

Aset terbesar yang memicu pertumbuhan perusahaan tersebut adalah Ethereum. Hal ini mengingat perusahaan tersebut membeli sebanyak setengah dari semua Ethereum yang diproduksi selama kuartal pertama tahun ini. 

Dalam rapat dengan investor bulan lalu, Grayscale mengungkapkan lebih dari $375,5 juta masuk ke jaringan Ethereum sejak dibuka pada Januari 2018 silam. Namun, 36% dari arus masuk terjadi pada kuartal kedua tahun 2019. Grayscale juga melaporkan arus masuk investasi keseluruhan lebih dari $900 juta di kuartal kedua tersebut.

Silbert juga menyakinkan kepada investornya terkait dengan larangan Bitcoin di AS. Ia percaya bahwa larangan tersebut tidak akan bertahan lama mengingat banyak pendukung mata uang digital masuk ke dalam jajaran pemerintahan AS saat ini.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini