Berita Industri · 5 min read

Grab Singapura Sediakan Fitur Web3, Indonesia akan Menyusul?

Jumat, 08 September 2023
Grab Singapura
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Grab, perusahaan teknologi yang bergerak dalam bidang transportasi, makanan, dan barang mengumumkan integrasi layanan Web3 dan dompet kripto ke dalam platformnya.

Kolaborasi ini baru tersedia di Grab Singapura melalui GrabFin. Namun, sistem ini bisa menjadi langkah awal untuk perluasan ke negara-negara lain di mana Grab beroperasi, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Baca Juga: 300 Perusahaan Global Ajukan Izin Penggunaan Crypto, Adopsi Meluas

Berdasarkan tangkapan layar akun twitter @0xjaypeg, Grab menyediakan fitur Web3 yang berisi layanan transaksi dengan kripto yang terintegrasi dengan wallet Polygon, tombol NFT, panduan Web3 wallet, dan lain sebagainya.

GrabFin diluncurkan pada Mei 2022 sebagai layanan keuangan yang meliputi pembayaran digital, asuransi, serta penawaran pinjaman dan pengelolaan kekayaan.

Grab Kenalkan Web3 dengan Tampilan Ramah Pengguna

Grab menerapkan tampilan yang lebih user-friendly dengan penggunaan kata sandi PIN. Pendekatan desain yang berorientasi pada pengguna ini bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman bertransaksi dengan kripto bagi basis pengguna Grab yang besar. Selain itu, Grab juga telah menyediakan konten panduan penggunaan fitur baru ini.

Perusahaan tersebut juga telah menyiapkan sistem pemulihan akun yang bersifat user-friendly dengan menggunakan pertanyaan dan jawaban. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara tingkat keamanan dan kenyamanan, terutama bagi pengguna yang mungkin baru mengenal aset kripto.

Peran Grab dalam Adopsi Aset Digital

Selain kerja sama terkait layanan kripto di platformnya, Grab juga bekerja sama dengan Monetary Authority of Singapore (MAS) terkait penggunaan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Pada awal Juni, Grab ikut serta dalam sebuah studi percobaan bersama lembaga keuangan untuk mengeksplorasi berbagai jenis aset digital, seperti mata uang digital bank sentral (CBDC), deposito bank yang ter-tokenisasi, dan stablecoin.

Selain itu, Grab juga telah menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi besar Amazon dan perusahaan keuangan Asia Tenggara, Fazz, dalam uji coba sebuah sistem pembayaran inovatif yang berbasis pada aset digital yang dikenal sebagai Purpose Bound Money.

Baca Juga: Cegah Kejahatan Driver, Aplikasi Transportasi Online Pakai Blockchain

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Anggita Hutami

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.