Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Artificial Intelligence · 7 min read

Perusahaan teknologi raksasa Google mengintegrasikan kecerdasan buatan atau AI ke berbagai produknya. Salah satunya adalah Google Workspace dengan fitur kepenulisan AI Google Docs, Gmail, dan Sheets.
Baca juga: Mengenal Artificial Intelligence (AI) dan Contohnya
“Kami sekarang memungkinkan pengguna Workspace memanfaatkan kekuatan AI generatif untuk berkreasi, terhubung, dan berkolaborasi tidak seperti sebelumnya. Untuk memulai, kami memperkenalkan serangkaian fitur penulisan bertenaga AI pertama di Docs dan Gmail kepada penguji terpercaya,” jelas Johanna Voolich Wright, Vice President, Product, Google Workspace
Berikut adalah penjelasan rangkaian pertama fitur bertenaga AI yang telah tersedia di Google Workspace.
AI di Google Docs dapat membantu pengguna untuk mulai menulis. Cukup ketik topik yang ingin ditulis, maka Google akan menyusun draf yang sesuai, pengguna dapat mengedit atau menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

Dengan AI pengguna dapat menemukan gaya bahasa yang tepat sehingga membuat email lebih profesional atau personal sesuai dengan arahan yang diberikan AI generatif.

Google baru-baru ini juga telah membawa integrasi AI ke sheets yang akan menghasilkan template khusus untuk membantu pengguna. Dalam integrasi ini juga terdapat menu Help Me Organize, ini akan membantu pengguna untuk memasukkan petunjuk seperti agenda, kegiatan, deskripsi, dan lain sebagainya.
Selain menggunakan AI di produk-produk yang ada di Workspace itu, Google juga diketahui menyematkan AI ke dalam 25 produknya termasuk di antaranya adalah Bard.
Bard adalah chatbot Google eksperimental yang didukung oleh model bahasa besar LaMDA. Ini adalah AI generatif yang menerima petunjuk dan melakukan tugas berbasis teks seperti memberikan jawaban dan membuat konten.
“Dengan AI generatif, kami mengambil langkah berikutnya, dengan pendekatan yang berani dan bertanggung jawab, kami menata ulang semua produk kami,” kata CEO Google, Sundar Pichai pada acara konferensi (10/5/23).
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.