Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 7 min read

Ethereum kini memasuki tahap uji coba terakhir untuk upgrade besar bernama Fusaka, yang menjadi langkah final sebelum peluncuran di mainnet pada 3 Desember 2025.
Menurut pembaruan resmi pada Selasa (21/10/2025), upgrade ini memperkenalkan batas gas fee per transaksi sekitar 16,78 juta unit untuk meningkatkan efisiensi blok sekaligus mempersiapkan jaringan menuju era parallel execution atau pemrosesan paralel.
Fitur baru tersebut sudah aktif di jaringan uji Holesky dan Sepolia. Tujuannya untuk mencegah satu transaksi menghabiskan seluruh kapasitas gas dalam satu blok. Sebelumnya, satu transaksi dapat menggunakan hingga batas penuh sekitar 45 juta gas, yang berisiko menyebabkan serangan denial-of-service serta membatasi skalabilitas jaringan.
Dengan penerapan batas gas per transaksi, Ethereum ingin memastikan agar tidak ada satu transaksi pun yang memonopoli sumber daya blok. Pendekatan ini membuat komposisi blok lebih efisien dan seimbang, sehingga banyak transaksi kecil dapat diproses bersamaan tanpa mengorbankan kecepatan maupun stabilitas jaringan.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam transisi Ethereum menuju parallel execution, tonggak besar dalam peta jalan pengembangannya yang akan memungkinkan pemrosesan banyak transaksi secara simultan.
Baca juga: Upgrade Fusaka Ethereum Meluncur di Testnet Sepolia
Fitur pembatas gas per transaksi ini dirilis sekitar satu minggu setelah upgrade Fusaka di testnet Sepolia, yang juga meningkatkan batas gas blok penuh dari 45 juta menjadi 60 juta.
Tahap berikutnya akan diluncurkan di testnet Hoodi pada 28 Oktober 2025 sebelum resmi diterapkan di mainnet pada Desember mendatang.
Fusaka menjadi bagian penting dari roadmap Ethereum setelah upgrade Dencun pada Maret 2024 dan Pectra pada Mei 2025. Berdasarkan proposal EIP-7825, Fusaka membawa tiga perubahan utama, peningkatan batas gas blok menjadi 60 juta, penerapan batas gas per transaksi sebesar 16,77 juta, serta pengenalan fitur unggulan bernama PeerDAS (Peer Data Availability Sampling).
PeerDAS memungkinkan node Ethereum hanya menyimpan sebagian kecil acak dari data “blob” lapisan dua (Layer 2), alih-alih seluruh dataset. Dengan metode ini, jaringan tetap aman sekaligus menurunkan kebutuhan perangkat keras, membuka jalan untuk skalabilitas yang lebih murah dan efisien bagi jaringan Layer 2.
Setelah Fusaka, upgrade berikutnya yang dijuluki “Glamsterdam” akan berfokus pada lapisan eksekusi dan memperkenalkan EIP-7928, langkah besar pertama Ethereum menuju pemrosesan transaksi paralel secara penuh.
Baca juga: Upgrade Fusaka Ethereum Dijadwalkan Rilis Desember 2025
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.