Berita Altcoins · 5 min read

3 Faktor Pendukung Kinerja XRP di Awal 2026

Rabu, 07 Januari 2026
ripple
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

XRP mencatat awal 2026 yang agresif dan menjadi salah satu aset kripto besar dengan performa paling menonjol. Dalam sepekan pertama Januari, harga XRP melonjak sekitar 20 persen, mengungguli pergerakan aset kripto utama lainnya.

Grafik harga XRP sejak 1 Januari hingga 7 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dalam wawancara terbaru, CNBC bahkan menyebut XRP sebagai “perdagangan kripto terpanas di awal 2026”, melampaui Bitcoin dan Ethereum. Kinerja ini memicu perhatian pasar terhadap sejumlah faktor yang mendorong dominasi XRP saat ini.

Baca juga: 5 Narasi Kripto yang Diprediksi Booming di 2026!

Arus Dana ETF XRP Masih Konsisten Masuk

Faktor pertama datang dari produk exchange-traded fund (ETF) berbasis XRP. Berbeda dengan ETF spot Bitcoin dan Ethereum yang pergerakannya cenderung sejalan dengan harga pasar, ETF XRP justru mencatat akumulasi dana sejak kuartal IV 2025, ketika pasar kripto berada dalam fase relatif lesu.

Arus dana harian pada ETF XRP spot di Amerika Serikat sejak peluncurannnya. Sumber: SoSoValue

Menurut CNBC, investor memandang XRP sebagai aset yang belum terlalu padat dibandingkan Bitcoin dan Ethereum. Strategi membeli saat harga melemah terbukti efektif ketika memasuki awal 2026. Data SoSoValue menunjukkan empat ETF XRP spot yang diperdagangkan di AS mencatat arus masuk hampir US$100 juta sejak awal tahun, dengan total akumulasi mencapai sekitar US$1,25 miliar. Hingga saat ini, belum tercatat satu pun hari arus keluar dana sejak pertama kali diluncurkan pada November 2025.

Baca juga: ETF XRP Spot di AS Tembus Rp19,3 Triliun, Tanpa Outflow Sejak Peluncuran

Pasokan di Exchange Terus Menurun

Faktor kedua berasal dari kombinasi sentimen pasar dan data on-chain. Analisis Market Prophit menunjukkan sentimen publik maupun sentimen investor besar terhadap XRP berada di zona bullish. Kondisi ini mencerminkan optimisme yang relatif merata, tidak hanya dari investor ritel.

Di sisi lain, cadangan XRP di exchange kripto utama berada di level terendah dalam dua tahun terakhir, berdasarkan data CryptoQuant. Penurunan cadangan di exchange umumnya mengindikasikan berkurangnya tekanan jual di pasar.

Total cadangan XRP di exchange kripto Binance. Sumber: CryptoQuant

Seiring dengan itu, aktivitas jaringan XRP Ledger juga meningkat signifikan. Data XRPscan mencatat lonjakan jumlah transaksi dan aktivitas jaringan lebih dari 50 persen dalam dua pekan terakhir, memperkuat indikasi peningkatan penggunaan jaringan.

Baca juga: Dana Kripto Global Catat Total Inflow Rp790 Triliun Sepanjang 2025

Dukungan Regulasi dan Ekspansi Bisnis

Faktor ketiga berkaitan dengan langkah strategis Ripple sebagai perusahaan di balik XRP. Ripple Labs dilaporkan menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi keuangan besar di Jepang, termasuk Mizuho Bank, SMBC Nikko, dan Securitize Japan, untuk mendorong adopsi XRP Ledger di pasar Asia.

Selain itu, Ripple memperoleh persetujuan bersyarat dari Office of the Comptroller of the Currency di Amerika Serikat untuk mendirikan Ripple National Trust Bank. Presiden Ripple, Monica Long, menyebut pendanaan terbaru perusahaan serta valuasi sekitar US$40 miliar sebagai sinyal positif bagi posisi Ripple di industri keuangan digital global, meski belum ada rencana jangka pendek untuk melantai di bursa saham.

Kombinasi arus dana institusional, sentimen pasar yang solid, serta ekspansi bisnis Ripple menjadikan XRP sebagai salah satu aset kripto dengan momentum terkuat memasuki 2026.

Baca juga: 7 Peristiwa Penting Kripto Sepanjang 2025

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.